Harmoni Gamelan dan Tari Bali dan Jawa di Université Paris Nanterre
Harmoni Gamelan yang mengiringi tarian Bali dan Jawa mengalun indah dalam pertunjukan seni “Gamelan et Danses de Bali et de Java” di Théâtre Koltès, Universitas Paris Nanterre (09/04). Sejumlah 350 penonton dari kalangan akademisi, seniman, pelajar, serta masyarakat umum di Prancis menikmati dengan antusias dan penuh apresiasi terhadap kekayaan seni budaya Indonesia.


Pertunjukan “Gamelan et Danses de Bali et de Java” ini merupakan konser tahunan yang melibatkan berbagai komunitas dalam ateliers / lokakarya seni dan kegiatan kampus di Prancis. Komunitas tersebut beranggotakan para pencinta seni dari Indonesia dan Prancis sebagai wujud kolaborasi budaya, yaitu Asosiasi Pantcha Indra, Atelier Puspawarna, Ateliers Action Culturelle et Artistique / Animation du Campus et Associations (Kegiatan Budaya dan Artistik / Animasi Kampus), serta Atelier Praktik Musik dan Etnomusikologi di Université Paris Nanterre. Para peserta lokakarya secara rutin berlatih gamelan setiap minggunya sebagai bagian dari program pedagogi di Universitas Paris Nanterre sekaligus upaya pelestarian budaya Indonesia.



Rangkaian pertunjukan menampilkan permainan gamelan oleh 55 musisi dari Indonesia dan Prancis serta 10 penari dari Asosiasi Sekar Jagad Indonesia. Para musisi membawakan berbagai komposisi gamelan Bali, antara lain Tabuh Pat Parianom dan Gonjang Seret, serta komposisi gamelan Jawa seperti Erang-erang, Wahyu, dan Puspawarna. Pertunjukan tari turut menampilkan tarian tradisional Bali, di antaranya Sekar Gendot, Tari Baris, dan Legong Mahawidya.


Uniknya, pemusik gamelan dan juga penembang lagu dibawakan bersama-sama oleh musisi Indonesia dan Prancis. Hal ini menciptakan pengalaman budaya yang indah, sarat harmoni dan mempererat kedekatan antar kedua masyarakat melalui seni musik dan tari.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris turut menghadiri dan mendukung penyelenggaraan pertunjukan seni tersebut. Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia di Paris, Mohamad Oemar, menyampaikan apresiasi kepada Université Paris Nanterre dan Asosiasi Pantcha Indra atas partisipasi aktif dalam penyelenggaraan program budaya ini, “Pertunjukan ini bukan sekadar presentasi artistik, melainkan puncak dari proses pembelajaran dan kolaborasi para seniman tari dan gamelan yang mencerminkan pertukaran budaya yang bermakna”. Duta Besar RI Paris juga menegaskan bahwa budaya merupakan bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan, mempertemukan masyarakat, serta memperdalam saling pengertian antara Indonesia dan Prancis.

Graça Dos Santos, Vice President for Culture, Student Life and Outreach, Université Paris Nanterre menyampaikan bahwa warisan budaya harus tetap dijaga dan dimanfaatkan untuk generasi mendatang, “Hubungan baik yang telah terjalin antara KBRI Paris dan Université Paris Nanterre mencerminkan semangat kerja sama yang erat serta upaya membangun sinergi yang berkelanjutan. Berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan budaya Indonesia, khususnya melalui praktik gamelan, telah berkembang pesat di Université Paris Nanterre. Hal ini secara konsisten memperkenalkan budaya Indonesia melalui pengajaran gamelan.” Beliau juga menyampaikan bahwa konser gamelan dan tari tradisional Indonesia telah memperkuat arti penting kerja sama di bidang budaya dan pendidikan.

Sementara itu Christophe Moure, seniman wayang dan gamelan asal Prancis yang juga pendiri Asosiasi Pantcha Indra menyampaikan bahwa pertunjukan oleh pemain gamelan dari Indonesia dan Prancis mencerminkan kekuatan gamelan sebagai media dialog budaya. Gamelan merupakan alat musik kolektif yang harus dimainkan bersama sehingga menciptakan dialog dan persahabatan. Melalui proses latihan dan pertunjukan bersama, para peserta tidak hanya mempelajari teknik musikal tetapi juga membangun pemahaman yang lebih dalam terhadap nilai budaya Indonesia.

Antusiasme masyarakat Prancis terhadap gamelan dan tari tradisional Indonesia mencerminkan kuatnya daya tarik budaya Indonesia di kancah internasional. KBRI Paris akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat diplomasi budaya serta mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Prancis.Kegiatan ini juga diharapkan dapat semakin memperkuat peran seni dan budaya sebagai jembatan diplomasi, sekaligus memperluas apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia di tingkat internasional, khususnya di kalangan masyarakat dan komunitas akademik di Prancis.


Keren banget! Bangga!