Batik Celoteh Hadirkan Kreativitas di KJRI Hong Kong

Catatan Lutfiana Wahid- Hong Kong

Minggu 12 April 2026, sebanyak 35 orang peserta dari para Pekerja Migrant Indonesia dan Pekerja Migrant Philippina mengikuti Batik Workshop yang diadakan oleh MDW Recharge Hub yang bekerjasama dengan Batik Cantik Hong Kong, Indonesian Diaspora Network Chapter Hong Kong dan Macau (IDN Hong Kong dan Macau) dan KJRI HK. Kegiatan workshop bertempat di Ruang Ramayana KJRI Hong Kong.

Kak Wika founder Batik Cantik Hong Kong memberikan materi sejarah tentang batik dan nama nama batik yang populer di Indonesia, dengan memperlihatkan beberapa contoh berbagai macam batik yang di pasang di dinding ruang Ramayana KJRI HK. Beliau juga memperkenalkan beberapa alat batik Tulis, batik cap dan canting. Beliau menyampaikan bahwa Istilah batik berasal dari bahasa Jawa, “amba” (menulis) dan “tik” (titik), yang merujuk pada teknik melukis kain menggunakan lilin malam dan canting.

Kegiatan belajar membatik Celoteh ini memunculkan kreativitas dan apresiasi mereka terhadap bentuk seni budaya ini, tetapi juga membantu mereka rileks dan menghilangkan stres! Saya sangat senang mengadakan Workshop Batik Celoteh di KJRI HK.

Meskipun Batik “celoteh” bukanlah kategori historis tradisional seperti Batik Pesisir atau Batik Keraton, istilah ini digunakan dalam konteks kontemporer untuk menggambarkan motif bercerita, pola yang mewakili kehidupan sehari-hari, percakapan sosial, atau narasi modern, bukan hanya simbol geometris tradisional, terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *