Warna Indonesia Kembali Hadir di Foire de Toulouse 2026 Lewat Produk Diaspora dan Pertunjukan Tari Tradisional

Toulouse, 19 April 2026 – Suasana Foire de Toulouse 2026 tahun ini terasa lebih berwarna dengan kembalinya Indonesia sebagai salah satu peserta pameran. Setelah cukup lama absen, Indonesia kembali ambil bagian dalam ajang pameran dagang dan budaya yang digelar pada 10–19 April 2026 di Toulouse, Prancis.

Partisipasi ini difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Marseille sebagai langkah nyata memperluas promosi ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Prancis, khususnya di kawasan Occitanie.

Yang menarik, booth Indonesia kali ini bukan hanya diisi oleh perwakilan resmi, tetapi juga menggandeng komunitas diaspora Indonesia yang menetap di Toulouse dan sekitarnya. Booth seluas 30 meter persegi tersebut menjadi ruang promosi sekaligus etalase mini nusantara, di mana pengunjung dapat menemukan berbagai produk khas Indonesia.

Association Couleur Indonesia (ACI)
Délices de Siti

Terdapat empat komunitas diaspora yang turut meramaikan pameran, yaitu Delices de Siti, Kirana Budaya, Association Couleurs Indonesia (ACI), dan Warung Solata. Mereka membawa beragam produk mulai dari batik, kerajinan tangan, minyak pijat tradisional, camilan khas Indonesia, hingga aneka makanan kering.

Association Kirana Budaya
Warung Solata

Sejak hari pertama pembukaan, booth Indonesia langsung menyita perhatian pengunjung. Tidak sedikit masyarakat lokal yang penasaran dengan produk-produk unik Indonesia, mencicipi makanan ringan, hingga bertanya langsung mengenai cerita di balik batik dan kerajinan yang dipamerkan.

Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih, menyebut keikutsertaan ini sebagai momen penting untuk mendorong usaha diaspora agar semakin dikenal luas.

Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih

“Kami ingin mendorong dan mempromosikan lini usaha komunitas diaspora Indonesia di Toulouse dan sekitarnya agar dapat menjangkau masyarakat Prancis di wilayah Occitanie,” ujar Konjen RI.

Tidak hanya menonjolkan produk unggulan, booth Indonesia juga berubah menjadi panggung budaya yang ramai dikunjungi. Berbagai tarian tradisional ditampilkan untuk memperkenalkan kekayaan seni nusantara.

Komunitas Kirana Budaya membawakan sejumlah tarian seperti Tari Jathilan, Tari Cendrawasih, hingga Tari Pusuk Buhit Tortor yang menggambarkan ragam budaya dari Jawa, Bali, sampai Batak. Sementara itu, Association Couleurs Indonesia mempersembahkan Tari Empat Etnis dan Tari Akkarena, yang memukau pengunjung dengan gerakan enerjik dan kostum tradisional yang mencolok.

Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian datang dari Warung Solata, yang memperkenalkan angklung kepada para pengunjung. Banyak warga lokal tampak antusias mencoba memainkan alat musik bambu tersebut, menciptakan suasana hangat yang membuat booth Indonesia semakin hidup.

Keikutsertaan Indonesia di Foire de Toulouse 2026 menjadi bukti bahwa diplomasi ekonomi dan budaya dapat berjalan berdampingan. Melalui produk unggulan dan pertunjukan seni, Indonesia tidak hanya mempromosikan potensi lokal, tetapi juga memperkuat peran diaspora sebagai duta budaya yang membawa nama nusantara di panggung internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *