Semangat Iduladha WNI di Hong Kong, Indonesian Sister Salurkan 22 Kambing Kurban ke Kampung Mualaf Filipina

HONG KONG — KJRI Hong Kong menggelar Salat Iduladha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026, bertempat di Indian Recreation Club, 63 Caroline Hill Road, So Kon Po, Causeway Bay, Hong Kong. Kegiatan tersebut diikuti oleh staf KJRI, perwakilan BUMN, serta para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong.
Takbir mulai dikumandangkan sejak pukul 09.00 HKT. Meski cuaca cukup terik, semangat dan kekhusyukan para jemaah tidak surut. Tercatat sekitar 500 orang mengikuti pelaksanaan Salat Iduladha dengan penuh khidmat.

Salat Id dipimpin oleh Ustaz Dr. H. May Dedu, Lc., S.H., M.E.Sy., selaku Dai Ambassador Dompet Dhuafa Hong Kong. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga kualitas ketakwaan kepada Allah SWT serta meneladani keteguhan dan kesabaran keluarga Nabi Ibrahim AS.Dalam ceramahnya, Ustaz May Dedu mengisahkan perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang menjadi bagian penting dari sejarah Iduladha. Ia menjelaskan bahwa kehidupan yang dijalani manusia, baik dalam keadaan sulit maupun lapang, sejatinya merupakan ujian dari Allah SWT.

“Siti Hajar ditinggalkan Nabi Ibrahim di sebuah lembah tandus yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan. Namun ketika mengetahui bahwa hal tersebut merupakan perintah Allah, beliau yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya,” ujar beliau dalam khutbahnya.
Dikisahkan pula bagaimana Siti Hajar berjuang mencari sumber air demi putranya, Nabi Ismail AS, dengan berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali hingga akhirnya Allah SWT menghadirkan sumur Zamzam.

Menurutnya, keteguhan Siti Hajar menjadi teladan bagi seluruh umat Islam, termasuk para pekerja migran Indonesia di Hong Kong, agar tetap memiliki semangat, kesabaran, dan keyakinan dalam menjalani kehidupan.
Selain pelaksanaan Salat Iduladha, semangat berbagi dan syiar Islam juga diwujudkan oleh Indonesian Sister yang tergabung dalam Volunteer Mualaf Helpers of Islam Group Hong Kong melalui penyaluran 22 ekor kambing kurban ke kampung mualaf di Filipina.

Program kurban tersebut menjadi tahun ketiga pelaksanaan amanah dari masyarakat Indonesia di Hong Kong yang mempercayakan hewan kurbannya untuk disalurkan kepada komunitas Muslim dan para mualaf di Filipina, termasuk wilayah pedalaman.
Sebanyak 22 ekor kambing kurban didistribusikan ke sejumlah masjid dan pusat dakwah di Filipina, di antaranya Muslim Community of Al Hidayah Masjid di Naguituban, San Juan, La Union; Masjid Al Furqaan di Tibag, Tarlac City; Masjid Al Ragabi di San Isidro, Tarlac City; Masjid Al Rayyan di San Juan, Tarlac City; Masjid Al Hidayah di Lapaz, Tarlac City; Masjid Al Rahman; hingga The Walking Da’wah Islamic Center.
Kegiatan sosial dan dakwah tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai relawan, salah satunya Ibu Halimah Ummu Abdulloh yang aktif menggerakkan kegiatan sosial dan dakwah mualaf di Hong Kong. Dengan memanfaatkan waktu liburnya, ia mengajak rekan-rekan sesama PMI untuk ikut berkurban dan mendukung program dakwah kemanusiaan tersebut.
Selain itu, proses penyaluran kurban turut dibantu oleh Sister Yati dan Brother Yusuf yang berkoordinasi langsung dengan para ustaz dan takmir masjid di Filipina agar distribusi hewan kurban berjalan lancar dan tepat sasaran.
Panitia menyampaikan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual ibadah salat Id dan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi media dakwah dan syiar Islam yang membawa pesan kedamaian, toleransi, dan akhlak mulia di tengah masyarakat mayoritas Katolik di Filipina.
Melalui program kurban di kampung mualaf ini, Indonesian Sister ingin meneladani metode dakwah Rasulullah SAW dengan mengedepankan pendekatan damai, hidup berdampingan secara harmonis, serta menunjukkan nilai-nilai Islam melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Program kurban tersebut dinilai memberikan dampak positif yang luas, baik dari sisi spiritual maupun sosial. Selain memperkuat ketakwaan dan solidaritas antarumat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari syiar Islam yang menghadirkan nilai kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian kemanusiaan lintas bangsa.
Di akhir kegiatan, tim panitia kurban menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pekurban serta para donatur yang telah mempercayakan dan mendukung program dakwah mualaf tersebut.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Bu Dewi Tam, Bu Titik, Monica, Nindya, Fa Aisyah, serta para pekurban lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas dukungan dan kontribusinya dalam menyukseskan program kurban tahun ini.

