Pesona Indonesia Hadir di Bretagne: Duta Besar RI Resmikan Taman Indonesia Terbesar di Prancis
Bretagne, Prancis– Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, meresmikan “Jardin Indonésien – I Ketut Wirta” di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, pada Sabtu (27/6). Taman Indonesia terbesar di Prancis ini diharapkan menjadi pusat promosi budaya yang menghadirkan kekayaan seni, tradisi, dan arsitektur Nusantara secara permanen kepada masyarakat Prancis.


Peresmian taman ini menjadi tonggak penting dalam diplomasi budaya Indonesia di Prancis. Dibangun di atas lahan seluas lebih dari satu hektare di dalam kompleks Tropical Parc yang memiliki luas lebih dari lima hektare, Jardin Indonésien dirancang menyerupai lanskap tradisional Indonesia dengan memadukan arsitektur dan vegetasi khas Nusantara. Selain menjadi ruang apresiasi budaya, taman ini juga diharapkan berperan dalam memperkuat promosi pariwisata Indonesia.

Taman Indonesia dibangun oleh keluarga Giquel, pengelola Tropical Parc, yang telah lama memiliki kecintaan terhadap alam dan budaya Indonesia. Nama “I Ketut Wirta” disematkan sebagai penghormatan kepada almarhum I Ketut Wirta yang memperkenalkan keluarga tersebut pada kekayaan budaya Indonesia.

Seluruh elemen taman merupakan hasil kolaborasi dengan para perajin dari Bali, Lombok, Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Toraja. Berbagai unsur budaya Indonesia, mulai dari rumah adat, ukiran kayu, patung batu, hingga ornamen dekoratif, dibuat langsung oleh para perajin Indonesia dan didatangkan ke Prancis untuk menghadirkan pengalaman budaya yang autentik.


Pengunjung dapat menikmati beragam ikon budaya Indonesia, seperti rumah adat Nusa Tenggara Timur, rumah Toraja, rumah Joglo, lumbung padi (jineng) khas Bali, stupa yang terinspirasi dari Candi Borobudur, patung-patung Hindu, sekitar 100 pohon palem, kolam, ribuan tanaman tropis, serta hamparan sawah terasering yang menghadirkan nuansa Indonesia di jantung wilayah Bretagne.


Dalam sambutannya, Duta Besar Mohamad Oemar menyampaikan apresiasi kepada manajemen Tropical Parc atas dedikasi mereka dalam mewujudkan Taman Indonesia.

“Hari ini, kita tidak hanya meresmikan sebuah taman yang indah, tetapi juga merayakan persahabatan panjang antara Indonesia dan Prancis. Taman Indonesia ini adalah jembatan yang menghubungkan kedua bangsa melalui budaya, alam, dan rasa saling menghormati.”
Ujar Dubes Oemar.
Ia menambahkan bahwa Taman Indonesia dapat menjadi “jendela menuju Indonesia” bagi masyarakat Prancis sekaligus mempererat hubungan kedua negara melalui apresiasi terhadap keberagaman dan dialog antarbudaya.

Perwakilan keluarga Giquel sekaligus pendiri dan pengelola Tropical Parc, Erven Giquel, mengatakan bahwa Taman Indonesia merupakan hasil dari mimpi dan kerja keras selama lebih dari empat dekade. Keluarganya telah menjelajahi berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bali, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur, untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusantara.

Menurutnya, setiap rumah adat dan karya seni yang dipamerkan di Tropical Parc menyimpan sejarah, filosofi, serta keterampilan para perajin Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perajin Indonesia yang telah berkolaborasi menghadirkan warisan budaya Nusantara kepada ratusan ribu pengunjung Tropical Parc setiap tahunnya.

Sementara itu, Wali Kota Saint-Jacut-les-Pins, Sophie Bouchon, menyampaikan bahwa kehadiran Taman Indonesia semakin memperkuat identitas Tropical Parc sebagai destinasi wisata yang unik sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata kawasan. Selama lebih dari 40 tahun, Tropical Parc telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah Bretagne, dan kehadiran Taman Indonesia semakin memperkaya pengalaman wisata melalui keindahan serta kekayaan budaya Indonesia.

Peresmian Taman Indonesia dihadiri sekitar 150 tamu yang terdiri atas pengelola Tropical Parc, otoritas daerah, pelaku industri pariwisata, dunia usaha, media lokal, serta masyarakat dan diaspora Indonesia di Prancis. Acara turut dimeriahkan dengan pertunjukan tari dan musik tradisional Indonesia yang menghadirkan suasana Nusantara di Bretagne.


Dengan jumlah kunjungan lebih dari 100.000 orang setiap tahun, Tropical Parc diharapkan menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan seni, tradisi, dan arsitektur Indonesia kepada masyarakat Prancis. Lebih dari sekadar taman tematik, Jardin Indonésien menjadi simbol persahabatan Indonesia–Prancis di tingkat masyarakat sekaligus mendukung promosi pariwisata dan memperkuat citra positif Indonesia di Prancis.

Ke depan, kawasan Taman Indonesia akan terus dikembangkan melalui perluasan area, penambahan koleksi rumah adat dan karya seni dari berbagai daerah di Indonesia, serta pembangunan Museum Seni Tradisional Indonesia yang direncanakan dibuka pada 2027. Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat Tropical Parc sebagai salah satu pusat promosi budaya Indonesia di Prancis.

KBRI Paris akan terus mendukung pengembangan Taman Indonesia agar semakin berperan sebagai pusat promosi budaya Nusantara dan simbol persahabatan yang langgeng antara Indonesia dan Prancis. Melalui Jardin Indonésien di Bretagne, kekayaan seni, tradisi, dan arsitektur Indonesia kini hadir semakin dekat dengan masyarakat Prancis, membuka ruang bagi saling pengertian, penghormatan terhadap keberagaman, dan penguatan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

