Angklung Indonesia Semarakan Foire de Marseille 2026

Marseille, 26 September 2026 — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Marseille kembali memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Prancis melalui workshop/atelier dan pertunjukan angklung dalam rangkaian kegiatan Foire de Marseille 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 26 September 2026 di booth Indonesia KJRI Marseille memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pengunjung Foire de Marseille untuk mengenal, mencoba, dan memainkan secara langsung angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Grup Angklung Bhinneka Indonesia (ABI) juga membuat semarak dengan menampilkan permainan angklung secara langsung di beberapa titik di Hall 6 Foire de Marseille. Penampilan tersebut menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan musik angklung kepada masyarakat Prancis secara lebih dekat.

Suara khas angklung yang dimainkan secara bersama-sama berhasil menciptakan suasana meriah dan mengundang rasa ingin tahu pengunjung. Sejumlah pengunjung berhenti untuk menyaksikan pertunjukan, mengikuti irama, dan berinteraksi langsung dengan para pemain.

Antusiasme tersebut terlihat semakin kuat ketika beberapa pengunjung kemudian datang ke booth KJRI Marseille untuk mengikuti atelier angklung. Salah satunya adalah sebuah keluarga Prancis yang terdiri dari orang tua dan tiga anak. Setelah menyaksikan pertunjukan angklung, keluarga tersebut secara spontan menyampaikan ketertarikannya untuk mencoba memainkan angklung dan kemudian mengikuti atelier yang diselenggarakan di booth KJRI Marseille.

Bagi keluarga tersebut, kesempatan ini menjadi pengalaman menarik untuk mengenalkan kepada anak-anak mereka alat musik dan budaya dari negara lain secara langsung. Anak-anak mereka pun terlihat antusias mengikuti arahan dan mencoba memainkan angklung bersama para anggota Grup Angklung Bhinneka Indonesia.

Dalam kegiatan atelier, tidak hanya anak-anak, tetapi juga sejumlah pengunjung dewasa turut bergabung dan mencoba memainkan angklung. Mereka mengikuti arahan para pemain ABI, mempelajari cara menghasilkan nada, kemudian memainkan angklung secara bersama-sama.

Pengalaman tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Sejumlah pengunjung mengaku terkesan melihat bagaimana alat musik yang sederhana dan terbuat dari bambu dapat menghasilkan bunyi yang begitu indah ketika dimainkan secara bersama-sama.

Konsul Jenderal RI Marseille, Dian Kusumaningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KJRI Marseille untuk memperkenalkan Indonesia tidak hanya melalui produk dan potensi ekonominya, tetapi juga melalui kekayaan budaya yang dapat menjadi jembatan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat Prancis.

“Kami ingin agar pengunjung tidak hanya melihat dan mendengar tentang Indonesia, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan budaya Indonesia. Angklung sangat tepat untuk tujuan tersebut karena merupakan alat musik yang sederhana, interaktif, dan dapat dimainkan bersama-sama,”

ujar Konjen RI Marseille

Antusiasme pengunjung terhadap pertunjukan dan atelier angklung menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap pengalaman budaya yang dapat mereka ikuti secara langsung dan bersama-sama.

Menanggapi antusiasme pengunjung, Konsul Jenderal RI Marseille menambahkan:

“Kami sangat senang melihat respons positif masyarakat terhadap angklung. Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa musik dan budaya dapat menjadi bahasa universal yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Ini juga menjadi contoh bagaimana diplomasi budaya dapat berjalan secara natural melalui pengalaman yang menyenangkan dan partisipatif.”

Sebagai bagian dari kegiatan atelier, para pengunjung yang berpartisipasi juga mendapatkan cendera mata dari ABI bertema angklung dan Indonesia, antara lain bros, kalung, gantungan kunci, serta tas angklung. Cendera mata tersebut menjadi kenang-kenangan sekaligus bagian dari pengalaman mereka berinteraksi secara langsung dengan budaya Indonesia.

Kehadiran Grup Angklung Bhinneka Indonesia dan pelaksanaan atelier secara langsung di booth KJRI Marseille menunjukkan bahwa promosi budaya dapat dilakukan melalui pendekatan yang interaktif dan melibatkan masyarakat.

Dari anak-anak hingga orang dewasa, pengunjung Foire de Marseille mendapatkan kesempatan untuk mengenal angklung bukan hanya sebagai alat musik tradisional Indonesia, tetapi juga sebagai musik yang dapat dimainkan dan dinikmati bersama.

Melalui kegiatan ini, KJRI Marseille terus memperkuat people-to-people contact dan diplomasi budaya Indonesia–Prancis, sekaligus memperkenalkan keragaman seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat di Prancis Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *