Atdikbud KBRI Paris Dorong Tindak Lanjut PRELIF dan Peta Jalan Kerja Sama Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia-Prancis
Paris, 2 Oktober 2026 — Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Assoc. Prof. Dr.oec.HSG Syarifa Hanoum, mendorong penguatan dan kesinambungan kerja sama pendidikan Indonesia–Prancis melalui tindak lanjut program Pre-Elementary Indonesia France (PRELIF) serta pembentukan mekanisme kerja sama yang lebih terstruktur pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan kerja bersama delegasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemdikdasmen) di Kementerian Pendidikan Nasional Prancis (Ministère de l’Éducation nationale). Pertemuan membahas tindak lanjut PRELIF, peningkatan kapasitas guru pendidikan anak usia dini (PAUD), serta penguatan mekanisme kerja sama pendidikan antara kedua negara.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Saiful Bari, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, dan diterima oleh Mme Clarisse Boudard, Kepala Departemen Amerika, Karibia, Asia–Oseania, dan PBB pada Delegasi Hubungan Eropa, Internasional, dan Kerja Sama (DREIC). Pertemuan juga melibatkan unsur DGESCO bidang pendidikan sekolah, Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, serta R-INSPÉ, jaringan institut pendidikan guru di Prancis.
Dalam pertemuan tersebut, Saiful Bari menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan Indonesia–Prancis telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Kerja sama yang sebelumnya banyak berfokus pada pendidikan vokasi kini berkembang ke bidang PAUD melalui PRELIF, sekaligus membuka peluang penguatan kompetensi pendidik melalui pertukaran pengalaman dan pengembangan program bersama.

Saiful Bari menekankan pentingnya menerjemahkan berbagai pembelajaran selama kunjungan ke dalam langkah-langkah konkret yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Pengalaman Prancis dalam pendidikan calon guru, pendampingan profesional, pembelajaran sains berbasis penyelidikan, serta penataan lingkungan belajar menjadi masukan penting bagi upaya penguatan kualitas PAUD di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, Saiful Bari mengusulkan pelaksanaan program peningkatan kapasitas guru PAUD di Indonesia dalam dua angkatan pada 2026, dengan peluang peningkatan menjadi tiga angkatan pada 2027. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pendidik. Bentuk pelatihan dan mekanisme pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut bersama mitra Prancis.
Sementara itu, Syarifa Hanoum menyampaikan apresiasi atas inisiatif Direktur Guru PAUD dan PNF beserta delegasi Kemdikdasmen dalam memperkuat kerja sama pendidikan dengan Prancis. Menurutnya, kunjungan tersebut sejalan dengan arah kemitraan strategis Indonesia–Prancis sebagaimana ditegaskan oleh Presiden Indonesia dan Presiden Prancis melalui Deklarasi Bersama Indonesia–Prancis tentang Pendidikan, Riset, dan Mobilitas pada 28 Mei 2026, dalam rangka kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Paris untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron.

Syarifa juga menyoroti berbagai tindak lanjut pada tingkat kementerian, antara lain pertemuan Menteri Kebudayaan kedua negara pada April 2026 serta penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation and Entrepreneurship di Angers pada Juli 2026.
Untuk memperkuat kesinambungan kerja sama pada jenjang pendidikan lainnya, Atdikbud KBRI Paris mengusulkan pembentukan Joint Working Group bidang pendidikan dasar dan menengah yang melibatkan kementerian pendidikan kedua negara. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyelaraskan prioritas bersama sekaligus merumuskan peta jalan kerja sama tingkat kementerian (ministerial roadmap) yang dilengkapi sasaran, tahapan pelaksanaan, dan indikator kemajuan yang terukur.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja delegasi Kemdikdasmen ke Prancis pada 26 September–4 Oktober 2026 atas undangan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut Français d’Indonésie (IFI). Program PRELIF diselenggarakan melalui kerja sama IFI dengan Direktorat Guru PAUD dan PNF, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kemdikdasmen.
Selama kunjungan, delegasi mengikuti berbagai agenda pembelajaran dan pertukaran pengalaman, antara lain praktik PAUD di École Piaget, Houilles, dan Sekolah Cap Maternelle Tolbiac, Paris; pertukaran pengalaman dengan R-INSPÉ di INSPÉ Sorbonne Université serta INSPÉ Troyes, Université de Reims Champagne-Ardenne; pembelajaran sains bersama La main à la pâte; serta observasi sekolah di Troyes dan Torvilliers.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Cité des enfants untuk mempelajari lingkungan pembelajaran interaktif yang mendukung eksplorasi dan pengembangan pembelajaran STEM bagi anak usia dini.
Melalui pertemuan ini, KBRI Paris mendorong agar pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh melalui PRELIF dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Penguatan kompetensi guru PAUD diharapkan menjadi salah satu bagian penting dari kemitraan pendidikan Indonesia–Prancis yang memberikan manfaat nyata bagi pendidik dan anak.

