Catatan Serangan 11 September di Mata Seorang Indonesia Imam Shamsi Ali (7)
“The world will hear us. And the people who knocked down these buildings will hear us soon” (dunia akan mendengar
Baca Selengkapnya“The world will hear us. And the people who knocked down these buildings will hear us soon” (dunia akan mendengar
Baca SelengkapnyaProgram outreach ke masyarakat Indonesia dilaksanakan setelah otoritas di Denver memperlonggar protokol selama pandemik COVID-19. Kegiatan dilaksanakan di area terbuka dengan membatasi
Baca SelengkapnyaSatu kelebihan Presiden Bush adalah kepribadian yang hangat. Seperti yang pernah saya sebutkan terdahulu ketika bertemu di gedung Saint Patrick
Baca SelengkapnyaSejumlah 151 WNI tergabung dalam program repatriasi mandiri menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan rute penerbangan New Delhi – Jakarta –
Baca SelengkapnyaDi Staten Island pada hari Kamis, tiga hari setelah serangan itu ada seorang Muslim keturunan Palestina ditembak. Beliau menghembuskan nafas
Baca SelengkapnyaTarwiyah (nama samaran), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Barat yang telah 15 tahun hilang kontak dengan keluarganya, berhasil
Baca SelengkapnyaHari itu, Kamis 13 September, seorang Muslim di Harlem ditusuk hingga meninggal dunia. Di kawasan Bay Ridge Brooklyn ada dua
Baca SelengkapnyaSaat itu di hari Selasa, 11 September, waktu pagi hari baru sekitar pukul 8:15 am. Tiba-tiba saja ketika penumpang R
Baca SelengkapnyaAwal tahun ini, sekitar 4.000 kasus terkonfirmasi COVID-19 ditemukan pada anggota Gereja Shincheonji dengan jumlah infeksi terbanyak dari Kota Daegu.
Baca SelengkapnyaSebelum terbang dari bandara internasional soekarno hatta Jakarta, kita sudah mengikuti protocol kesehatan yaitu melakukan medical check seperti Test Swab
Baca Selengkapnya