Harumnya Peluang Ekspor Jengkol, Makin Diminati di Pasar Mancanegara

Jika bicara soal jengkol mungkin yang terlintas di benak kalian adalah makanan berkulit gelap dengan aroma yang sangat menyengat. Beberapa orang bahkan sering menganggap kehadiran jengkol atau yang biasa disebut jering ini, cukup mengganggu. Namun tahukah kalian? Kalau jengkol justru memiliki peluang ekspor yang cukup menjanjikan.

Kendati dikenal luas oleh masyarakat Sumatera dan Jawa, pada dasarnya jengkol adalah tanaman asli Asia Tenggara sehingga jengkol juga tumbuh subur di Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, Filipina, hingga Nepal. Namun untuk jengkol asal Indonesia rupanya cukup diminati oleh pasar global dan berpeluang jadi komoditas ekspor menguntungkan. 

Sering  juga dianggap sebagai petai Jawa, jengkol ternyata merupakan sumber protein nabati yang kaya akan kandungan asam amino esensial. Seperti yang Sahabat Wirausaha ketahui, protein sangatlah dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pembentukkan otot, pertumbuhan, dan pemeliharaan jaringan tubuh sehingga mengonsumsi jengkol akan membantu asupan kebutuhan protein harian.

Jengkol sendiri untuk perdagangan internasional memang ditawarkan dalam bentuk beku sehingga besar kemungkinan masuk dalam komoditas ekspor.

Sukses Ekspor Jengkol ke Jepang

Bukan tanpa alasan kenapa jengkol-jengkol ini menarik minat Negeri Matahari Terbit itu, karena dalam kurun beberapa tahun terakhir, sejumlah cafe dan pelaku kuliner di Jepang tengah tertarik memproduksi es krim dengan bahan baku unik. 

Salah satunya adalah es krim funazushi yang memiliki aroma menyengat. Dikutip dari Soranews, es krim funazushi yang dijual di toko oleh-oleh Koko Shiga di Nihonbashi, Tokyo itu terbuat dari jenis sushi yang membusuk. Dimana sushi itu berbahan ikan tuna yang sudah dibaluri garam dan difermentasi selama setahun, lalu dicampur beras untuk difermentasi selama empat tahun. Sambutan yang positif ini membuat minat akan es krim dengan bahan baku tak biasa seperti jengkol, membuatnya menjadi komoditas yang diincar pelaku F&B Jepang.

Foto: Pasbana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *