Menonton Film Pendek Indonesia di Festival Cannes 2026

Alfi pic profil
Catatan Alfi Rizal – Prancis

Festival Film Internasional Cannes 2026 dimulai 12 Mei yang lalu. Seperti biasa, saya sudah mencari informasi sebelumnya mengenai film, sutradara, aktris, atau produser Indonesia yang mungkin hadir. Dan ada beberapa! Sayangnya, rakyat jelata yang tak memegang akreditasi seperti saya, tak bisa mengakses penayangan film dalam rangkaian Marché du Film. Akses ke booth Indonesia di Palais des Festivals pun dikhususkan untuk para profesional.

Namun tahun ini, ada Indonesia sebagai tamu istimewa untuk program Next Step Studio yang masuk dalam rangkaian acara kompetisi paralel Semaine de la Critique (Critic’s Week).

Tanpa akreditasi, masyarakat umum tetap bisa menikmati Festival Film. Saya yang bukan tipe mau effort mengantri last minute tanpa kepastian atau memampang papan “Invitation please” berharap mendapatkan limpahan undangan penayangan film-film kompetisi resmi yang tak dipakai, memilih melipir ke kompetisi paralel. Tahun ini, untuk pertama kalinya saya menonton ditemani putri saya. Selain karena sedang libur, usianya sudah 18 tahun. Aman untuk menonton film-film yang kadang nyeleneh itu.

Rabu 13 Mei kami menonton film pembukaan Quinzaine des Cinéastes (Director’s Fortnight), Butterfly Jam. Selasa malam sebelumnya, kami menonton La Venus Electrique yang merupakan film pembukaan Festival yang diputar di bioskop-bioskop Cannes dan sekitarnya dengan didahului siaran langsung upacara pembukaannya sendiri.

Menonton acara dan film pembukaan Festival 2026 di bioskop Cineum

Film-film kompetisi paralel relatif mudah diakses. Tiket Director’s Fortnight bisa dibeli (8€ per tiket atau 40€ untuk 6 tiket) di lokasi atau secara daring mulai 4 hari sebelumnya. Relatif. Karena film yang populer lekas habis juga. Relatif. Karena untuk Critic’s Week yang gratis (ya, gratis!), kita harus bersabar menunggu Last Minute. Dan beruntung ada tempat tersisa!

Saya sudah mengincar Next Step Studio Indonesia sejak diumumkannya acara. Langsung mengakses Billetterie en Ligne begitu dibuka. Full for Now! Tak ada tiket tersisa untuk pemutaran 4 film pendek kerja sama antara sutradara muda Indonesia dan sutradara-sutradara Asia Tenggara itu, seperti halnya program-program Critic’s Week lainnya di awal pembukaan online ticketing setiap paginya.

Tanggal 14 kami menonton We are Aliens di kompetisi Director’s Fortnight yang dijadwalkan pukul 8.45. Sebelum masuk Theatre Croisette yang tak ada sinyal, saya mengecek menu Last Minute di website online ticketing. Demikian pula saat kembali mengantri untuk Gabin di kompetisi yang sama, yang dijadwalkan pukul 12.00. Keluar dari Theatre Croisette pukul 14.30, saya cek Last Minute lagi, dan ada!

Saya tak langsung memesan. Saya minta putri saya untuk mengecek juga akunnya. Berbeda dengan Director’s Fortnight yang bisa memesan 2 tiket, untuk Critic’s Week, satu akun hanya bisa memesan satu tiket. Begitu mendapati kalau ada, kami pun lekas memesannya. Beruntung belum diambil orang lain.

Lekas kami menuju lokasi pemutaran film di Espace Miramar yang berbeda arah dengan jalur pulang. Kami lihat antrian masih kosong. Masih sekitar 1,5 jam juga. Kami membeli sandwich untuk makan siang dan menyantapnya di pantai. Tak menghiraukan rombongan Indonesia yang sudah hadir di depan lokasi dan sedang berfoto-foto.

Penonton diminta hadir maksimal 40 menit sebelum acara dimulai

Saat kembali setengah jam kemudian, ingin rasanya menyapa tim Indonesia. Namun antrian pemegang tiket sudah panjang mengular. Memang sudah tinggal kurang dari 1 jam lagi. Antrian fisik last minute pun sudah terisi. Meski memegang tiket, tak ada jaminan kita bisa masuk. Kalau tempat duduk sudah terisi penuh, pengantri last minute tak diberi akses.

Acara yang dihadiri Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno itu dibuka dengan menghadirkan produser Next Step Studio Indonesia, Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma dari KawanKawan Media, serta kreator dan kurator program, Dominique Welinski, ke panggung. Lalu mereka memperkenalkan para produser film pendek dan aktor-aktris utamanya.

Perkenalan para produser dan aktor-aktris

Keempat film pendek yang ditampilkan adalah Holy Crowd yang merupakan kerja sama antara sutradara Indonesia Reza Fahriyansyah dengan sutradara Malaysia Ananth Subramaniam, Original Wound karya Shelby Kho dan sutradara Myanmar Sein Lyan Tun, Annisa karya Reza Rahadian dan Sam Manacsa dari Filipina, dan Mothers are Mothering karya Khozy Rizal et Lam Li Shuen dari Singapura.

Bersama Prilly Latuconsina yang membintangi Holy Crowd dan Mifta, diaspora Indonesia di Cannes

Keluar dari Espace Miramar, kami menyadari sesuatu: dari semua film yang sudah kami tonton sampai saat itu, film-film Indonesia adalah yang paling nyeleneh! Yah, namanya juga film pendek ya!?

Yang jelas, turut bangga dengan tampilnya karya-karya para sineas muda Indonesia di kancah dunia. Dan kami menunggu next step-nya lagi dalam mengembangkan film-film pendek ini menjadi film panjang nantinya.

Bersama Khozy Rizal yang pada 2023 terseleksi pada kompetisi resmi dengan film pendek Basri dan Salma dalam Komedi yang Terus Berputar

Festival Cannes 2026 masih akan berlangsung hingga 23 Mei nanti. Masih ada kesempatan untuk menonton film-film kompetisi paralel hingga 22 Mei. Masih ada satu lagi penayangan Next Step Indonesia lho: Kamis 21 Mei pukul 8.30 CEST.

Bersama produser Yulia Evina Bhara yang tahun lalu hadir di Cannes sebagai salah satu dewan juri di Critic’s Week

Kalau berminat, baik untuk Next Step Studio Indonesia maupun film-film festival paralel lainnya, masih ada waktu untuk membuat akun Grand Public di Billetterie Festival de Cannes. Jangan lupa bekal sabar untuk refresh website-nya kalau disebutkan “Full for Now”.

Selamat menonton!

Informasi lebih lanjut:Tentang Next Step Studio 2026: https://www.semainedelacritique.com/fr/programme/next-step-studio-2026

Pembuatan akun Grand Public: https://moncompte.festival-cannes.fr/Festival/AccreditationGP/newcomptegp.aspx

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *