Semangat Iduladha 1447 H di Hong Kong: Ratusan Jemaah Khusyuk Ikuti Salat Id bersama KJRI

KJRI Hong Kong menggelar sholat Idul Adha 1447H pada hari Rabu, 27 Mei 2026Bertempat di Indian Recreation Club63 Caroline Hill Road, So Kon Po, Causeway Bay yang di ikuti beberapa staff KJRI, BUMN dan para Pekerja Migrant Indonesia. Takbir mulai dikumandangkan pukul 09:00 HKT.
Cuaca terik matahari yang cukup panas tidak menyurutkan dan mengurangi kekhusukan hampir sekitar 500 orang untuk menjalankan ibadah sholat Idul Adha 1447H. Sholat di pimpin oleh Ustadz Dr. H. May Dedu, Lc., S.H., M.E.Sy (Dai Ambassador Dompet Dhuafa Hong Kong).

Dalam khutbah nya beliau menyampaikan agar kita untuk menjaga kualitas ketaqwaan kita terhadap Allah SWT. Beliau juga menceritakan kisah sejarah Siti Hajar istri Nabi Ibrahim A.S.
Dikatakanya, Idul Adha tidak lepas dari peristiwa besar dari satu keluarga. Yaitu keluarga Nabi Ibrahim A.S. Yang kita akan mencoba mengungkap siapa istri Nabi Ibrahim A.S, yaitu Siti Hajar bagaimana beliau begitu teguh dan sabar didalam menjalani kehidupan yang penuh dengan ujian, karena hidup baik ataupun buruknya yg kita terima itu adalah semata ujian dari Allah SWT.
Siti Hajar ketika di tinggal oleh Nabi Ibrahim di suatu lembah yang tidak ada kehidupan di situ. Siti Hajar bertanya “Wahai suamiku, mau kemana engkau, Nabi Ibrahim tidak menengok atau menjawab sepatah katapun, pertanyaan ke 2, Wahai Ibrahim hendak pergi kemana engkau?, pertanyaan ke2 pun tidak di jawab oleh Nabi Ibrahim. Pertanyaan ke 3 Wahai Ibrahim apakah ini adalah perintah dari Tuhanmu?… Nabi Ibrahim berbalik badan menganggukan kepala dan mengiyakan. Kalau begitu saya yakin Allah tidak akan pernah menyianyiakan makhluknya yang Allah ciptakan, kalau demikian silahkan pergi wahai Ibrahim tunaikan jalan kan Tugas dari Rabb mu.

Siti Hajar bersama putranya yang masih kecil pada saat itu Nabi Ismail A.S di tinggalkan di tanah yang tandus tidak ada tanda tanda kehidupan. Apa yang dilakukan oleh Siti Hajar, beliau tidak berputus asa, dengan kata “Jika itu adalah perintah dan kehendak Tuhanmu, Maka Allah tidak akan pernah menyianyiakan manusia Allah tidak akan menyianyiakan makhluknya sekecil apapun. Yang pada akhirnya kehabisan bekal ya Siti Hajar mencari air, tapi beliau tidak mencari air hakekatnya mencari sumber air, hakikatnya yang beliau lakukan dari mulai bukit Shafa menuju bukit Marwa sampai 7x. Ini menandakan teguhnya Siti Hajar untuk mencari sumber penghidupan, yang kita kenal sekarang dengan sumur Zam Zam.
Beliau juga berpesan kita yang bekerja di Hong Kong hendaknya penghasilan yang sudah kita dapatkan menjadi sumber penghidupan ketika kita bawa pulang ketanah air nanti, tuturnya. Setelah usai khutbah beliau menutup dengan doa.

Salat Iduladha juga dilaksanakan di masjid-masjid yang telah ditentukan oleh the Incorporated Trustees dan the Islamic Community Fund of Hong Kong, serta di Majelis yang berada di Kwai Fong dan Tung Chung dengan imam dan Khotib dari Dai Ambassador Dompet Dhuafa Hong Kong.

