Workshop Kuliner ARI: Memperkenalkan Pepes Ikan dan Asinan Buah untuk Masyarakat Perancis Utara
Dalam upaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Perancis Utara, komunitas ARI secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan yang mempererat hubungan antaranggota sekaligus membuka ruang pertukaran budaya dengan masyarakat setempat. Salah satu kegiatan rutin yang kini semakin mendapat perhatian publik adalah acara praktek memasak yang diselenggarakan setiap bulan.


Pada bulan ini, ARI kembali mengadakan workshop kuliner dengan menu khas Nusantara: pepes ikan dan asinan buah. Kegiatan ini merupakan praktek memasak keempat yang telah diadakan oleh ARI, setelah sebelumnya sukses menggelar workshop dengan menu Soto Banjar, Lontong sayur dan opor ayam, serta Nasi Krawu. Semua menu yang dipraktekkan dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya juga dibawakan langsung oleh anggota ARI yang berbagi keahlian memasak mereka secara sukarela.
Kegiatan Rutin Sejak Februari 2026
Workshop memasak ARI telah menjadi kegiatan rutin yang diadakan sebulan sekali sejak Februari 2026. Program ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan misi ARI, yaitu memperkenalkan budaya Indonesia, termasuk kekayaan budaya kulinernya yang sangat beragam dan unik.

Pemilihan menu pepes ikan dan asinan buah pada workshop kali ini juga bukan tanpa alasan. Menu tersebut dipilih karena pemberi materi berasal dari Bandung, yaitu Lien Wulandari dan Vera Kemala, yang ingin memperkenalkan cita rasa khas daerah mereka kepada peserta. Pepes ikan yang kaya aroma daun pisang dan bumbu rempah, serta asinan buah yang segar dengan perpaduan rasa asam-manis-pedas, menjadi pilihan menarik yang merepresentasikan kekayaan rasa kuliner Indonesia.
Tujuan: Mengenalkan Kuliner Indonesia dan Mempererat Hubungan Diaspora
Tujuan utama dari kegiatan memasak ini adalah untuk memperkenalkan budaya kuliner Indonesia yang hingga kini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Perancis Utara. Banyak warga Perancis yang belum pernah mencicipi masakan Indonesia secara langsung, sehingga workshop ini menjadi kesempatan emas untuk membuka wawasan baru tentang rasa, bahan, dan rempah-rempah khas Nusantara.

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki tujuan yang lebih luas: menjadi ajang berbagi budaya kuliner lintas negara. ARI berencana membuka kesempatan bagi anggota non-Indonesia untuk menjadi pemberi materi, sehingga kegiatan ini bukan hanya tentang Indonesia memperkenalkan budaya, tetapi juga menjadi ruang pertukaran budaya yang lebih kaya dan inklusif.
Bagi diaspora Indonesia sendiri, workshop ini menjadi sarana untuk saling mengenal kekayaan kuliner daerah lain. Komunitas diaspora Indonesia di wilayah ini sangat beragam, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kegiatan memasak bersama, para diaspora bisa mengenal makanan khas daerah yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya. Dengan demikian, workshop ini juga berperan sebagai sarana mempererat hubungan antar diaspora Indonesia, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
Kerja Sama dengan Dapur Umum Chaud Bouillon
Workshop kuliner ARI dapat terselenggara berkat kerja sama dengan dapur umum Chaud Bouillon. Kerja sama ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terorganisir.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya terbuka untuk anggota ARI saja, namun juga terbuka untuk umum, termasuk masyarakat lokal Perancis maupun peserta dari komunitas lain. Hal ini membuat workshop kuliner ARI semakin berkembang sebagai kegiatan lintas budaya yang berdampak luas.
Antusiasme Publik yang Sangat Tinggi
Selama empat kali pelaksanaan workshop memasak, respon publik menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Setiap kali pendaftaran dibuka, kuota peserta hampir selalu cepat penuh. Hal ini tidak lepas dari keterbatasan kapasitas dapur Chaud Bouillon yang hanya dapat menampung maksimal 20 orang, sesuai dengan aturan dapur umum tersebut.

Namun demikian, ARI tetap membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin datang untuk ikut merasakan hasil masakan. Masyarakat yang tidak terdaftar sebagai peserta workshop tetap dapat hadir untuk menikmati acara makan siang bersama setelah sesi memasak selesai. Dengan cara ini, kegiatan tetap dapat menjangkau lebih banyak orang, meskipun kapasitas praktek memasak terbatas.
Tantangan: Mencari Relawan Pemberi Materi Setiap Bulan
Di balik kesuksesan kegiatan ini, terdapat tantangan yang cukup besar bagi panitia, yaitu mencari anggota ARI yang bersedia menjadi pemberi materi. Karena kegiatan diadakan setiap bulan, panitia harus selalu menyiapkan ide menu baru dan mencari sukarelawan yang bersedia meluangkan waktu untuk berbagi resep dan memimpin praktek memasak.

Untuk urusan bahan dan bumbu masakan, tantangan tidak terlalu besar karena di daerah sekitar terdapat beberapa toko Asia yang menyediakan berbagai kebutuhan memasak Indonesia.

Kegiatan ini dapat berjalan lancar berkat koordinasi yang sangat baik, yang dipimpin oleh ketua workshop kuliner ARI, Priyanti Djoehana. Ia dikenal selalu sigap dalam mengkoordinasi para pengurus untuk menyiapkan semua keperluan, mulai dari belanja bahan, daftar hadir peserta, resep yang akan dibagikan, hingga pembuatan flyer untuk publikasi kegiatan.
Kerja sama tim yang solid menjadi salah satu kekuatan utama dalam keberhasilan program rutin ini.
Respon Peserta: Terpukau Aroma dan Rempah Nusantara
Salah satu bagian paling berkesan dari workshop kuliner ini adalah saat peserta mencicipi hasil masakan. Tanggapan peserta, terutama dari warga Perancis, sangat positif. Banyak dari mereka yang baru pertama kali mengenal makanan Indonesia, dan mereka mengaku terkesan dengan rasa serta aroma yang begitu kaya.

Peserta juga terlihat antusias ketika dikenalkan pada berbagai jenis rempah-rempah yang digunakan dalam masakan Indonesia. Mereka merasa penasaran dengan kombinasi bumbu yang kompleks namun menghasilkan rasa yang seimbang.

Meski demikian, beberapa peserta memang merasa kesulitan dengan tingkat kepedasan yang bagi mereka terlalu tinggi. Namun menariknya, ada pula peserta yang justru berani mencoba sambal, dan bahkan menyukainya. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman mencicipi makanan Indonesia memberikan kesan baru yang unik bagi masyarakat lokal.
Program Akan Dilanjutkan dengan Agenda yang Lebih Beragam
Workshop kuliner ARI bukanlah kegiatan musiman. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin bulanan sejak Februari 2026 dan akan terus dilanjutkan pada tahun kegiatan berikutnya dengan agenda yang lebih menarik, lebih variatif, dan tentunya semakin memperkaya pengalaman budaya bagi para peserta.
ARI berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi program unggulan yang semakin dikenal masyarakat luas.
Harapan: Kuliner Indonesia Semakin Dikenal di Lille
Melalui kegiatan ini, ARI memiliki harapan besar agar semakin banyak orang mengenal kuliner Indonesia. Bahkan, salah satu harapan jangka panjang yang muncul adalah semoga suatu saat nanti akan ada restoran Indonesia yang buka di daerah Lille, sehingga kuliner Indonesia bisa lebih mudah ditemukan dan semakin dikenal, tidak kalah dibanding kuliner Asia lainnya yang sudah lebih dulu populer.

Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan sosial yang hangat. ARI berharap workshop ini dapat menjadi tempat untuk saling mengenal, mempererat hubungan antar diaspora Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat Perancis.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi diaspora Indonesia maupun anggota ARI untuk menunjukkan kemampuan, bakat, maupun hobi memasak mereka. Dengan berbagi resep dan pengalaman, setiap anggota dapat berkontribusi dalam memperkenalkan Indonesia melalui cara yang paling dekat dengan semua orang lewat kuliner.
Kuliner sebagai Jembatan Budaya
Workshop memasak ARI membuktikan bahwa makanan dapat menjadi jembatan budaya yang sangat efektif. Dari dapur kecil dengan kapasitas terbatas, aroma rempah-rempah Indonesia mampu menghadirkan rasa penasaran, kekaguman, dan kebersamaan.

Dengan semangat gotong royong dan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkenalkan Indonesia di Perancis Utara, bukan hanya melalui cerita, tetapi melalui rasa yang dapat dinikmati bersama.

