Perkuat Momentum Kemitraan, KBRI Moskow Kawal Tindak Lanjut Kesepakatan RI–Belarus di Minsk
Minsk, 30 September 2026 – Tiga bulan setelah Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus ke Jakarta, KBRI Moskow bergerak mengawal realisasi berbagai kesepakatan yang telah dicapai. Pada 28–30 September 2026, Wakil Kepala Perwakilan (DCM) KBRI Moskow, Hartyo Harkomoyo, melakukan kunjungan kerja ke Minsk. Kunjungan ini sekaligus menjadi perkenalan DCM kepada para mitra kerja di Belarus.

Kunjungan diawali dengan pertemuan di Kementerian Luar Negeri Belarus. Kedua pihak memetakan langkah pelaksanaan Road Map Kerja Sama 2026–2030, termasuk mekanisme pemantauannya dan rencana penyelenggaraan Forum Konsultasi Bilateral ke-3. Kedua pihak menilai hubungan bilateral tengah berada pada momentum terbaiknya. Komitmen untuk terus saling mendukung di berbagai fora internasional, termasuk dalam pencalonan di organisasi internasional dan kerja sama di platform BRICS, juga ditegaskan kembali. Selain itu, kedua pihak menyambut baik pemberlakuan bebas visa bagi warga Belarus ke Indonesia. Keduanya juga mendorong peningkatan pariwisata, penjajakan penerbangan langsung, serta kerja sama perdagangan dan investasi.

Momentum politik tersebut perlu ditopang oleh fondasi ekonomi yang kuat. Karena itu, bersama National Bank of Belarus, delegasi membahas penguatan dukungan sektor perbankan bagi perdagangan dan investasi. Pembahasan mencakup kerja sama antarbank sentral, transaksi dalam mata uang lokal, dan konektivitas sistem pembayaran.
Pembahasan kemudian berlanjut ke sektor riil. Bersama Kementerian Perindustrian, kedua pihak menjajaki kerja sama industri yang berbasis alih teknologi dan produksi lokal di Indonesia, meliputi alat berat, kendaraan listrik, dan elektronika, serta rencana pertemuan Kelompok Kerja Perindustrian. Di Kementerian Pertanian dan Pangan, pembahasan difokuskan pada mesin pertanian, irigasi, riset bersama, dan perdagangan produk pangan untuk mendukung ketahanan pangan. Belarus juga menyatakan minat yang besar terhadap produk unggulan Indonesia seperti kopi, kakao, teh, dan kelapa sawit. Di bidang kesehatan, implementasi MoU Kesehatan didorong melalui pelatihan dokter spesialis, kerja sama farmasi, dan partisipasi pada pameran kesehatan 2027.

Kedekatan kedua bangsa juga dirajut melalui jalur budaya dan pendidikan. Bersama Kementerian Kebudayaan, kedua pihak sepakat mempersiapkan Hari Budaya dan Hari Film Indonesia di Belarus, termasuk melalui partisipasi pada Festival Film Internasional Minsk “Listapad”, serta memperluas kerja sama museum dan perpustakaan. Bersama Kementerian Pendidikan dan Belarusian State University of Foreign Languages (BSUFL) membahas peningkatan kerja sama pendidikan, MoU antar universitas dan peluang beasiswa. Di kampus BSUFL delegasi meninjau Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia dan menyaksikan pementasan mahasiswa kelas Bahasa Indonesia. Sementara itu, pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Belarus (BelCCI) membuka peluang pembentukan Dewan Bisnis RI–Belarus untuk mempererat jejaring pelaku usaha kedua negara.

Kunjungan ditutup dengan dialog bersama para WNI di Belarus, yang sebagian besar merupakan Pekerja Migran Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, DCM menegaskan komitmen KBRI Moskow untuk memastikan pelayanan dan pelindungan WNI terus menjangkau Belarus.

Rangkaian kunjungan kepada Kementerian dan Lembaga mitra Indonesia di Belarus ini merupakan upaya KBRI Moskow mendorong penguatan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan. Berdasarkan data Kemendag RI, nilai perdagangan RI–Belarus pada 2025 tercatat sebesar USD 221,3 juta dan berpotensi terus meningkat dengan periode Januari – Juli 2026 mencapai USD 207,7 juta. Kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko ke Jakarta pada Juli 2026 menghasilkan sejumlah MoU di bidang kesehatan, kebudayaan, dan keuangan, serta Road Map Kerja Sama 2026–2030 yang makin memperkuat arah kerja sama kedua negara di berbagai sektor strategis.

