Budaya Indonesia Jadi Inspirasi Peserta Kompetisi Seni Lukis di Ukraina

Kyiv, 28 Oktober 2026 — Budaya Indonesia menarik antusiasme generasi muda Ukraina. Ratusan peserta mengikuti kompetisi karya kreatif tingkat nasional “Indonesia Through the Eyes of Ukrainian Youth”, menuangkan pandangan mereka tentang kekayaan budaya Indonesia melalui karya seni lukis.

Penghargaan bagi para pemenang diserahkan dalam acara “Indonesia: Culture That Connects Worlds” yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv bersama National Academy of Culture and Arts Management (NAKKKIM), Rabu (28/10). Berlangsung di kampus NAKKKIM, Kyiv, acara tersebut dihadiri secara langsung oleh sekitar 100 tamu undangan, terdiri atas mahasiswa, akademisi, anggota korps diplomatik, dan perwakilan pemerintah Ukraina.

Duta Besar RI untuk Ukraina Arief Muhammad Basalamah dan Rektor NAKKKIM, Prof. Dr. Valerii Marchenko menyerahkan penghargaan kepada tiga pemenang kompetisi. Juara pertama diraih Diana Sheina melalui karya “Bali — The Flower of Indonesia”, disusul Svitlana Kalichenko dengan “The Vibrant Colours of Indonesia” sebagai juara kedua, serta Yeva Dubova dengan “Indonesian Dance” sebagai juara ketiga. Karya-karya tersebut memperlihatkan bagaimana budaya Indonesia dikenal dan ditafsirkan oleh generasi muda Ukraina.

Dalam sambutannya, Dubes Arief menekankan bahwa kemitraan KBRI Kyiv dan NAKKKIM telah berkembang menjadi persahabatan yang dilandasi sikap saling menghormati dan kreativitas bersama.

“Diplomasi budaya bukan sekadar memperkenalkan tradisi kita kepada dunia. Diplomasi budaya adalah menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk saling belajar, membangun kepercayaan, dan menemukan hal-hal yang menghubungkan kita,” ujarnya.

Rektor NAKKKIM turut menegaskan arti penting kolaborasi tersebut bagi pendidikan dan hubungan antarmasyarakat.

“Kerja sama budaya internasional merupakan bagian penting dari misi akademi kami. Kami percaya bahwa inisiatif seni bersama membuka peluang baru bagi kreativitas, pendidikan, dan persahabatan yang langgeng antarbangsa,” katanya.

Antusiasme terhadap budaya Indonesia juga terlihat di panggung pertunjukan. Mahasiswa NAKKKIM membawakan Tari Merak dan Jaipong dari Jawa Barat serta lagu “Padang Bulan”. Penampilan tari tradisional Bali oleh perwakilan Indonesia melengkapi pengenalan keragaman seni Nusantara. Program seni turut menghadirkan lagu-lagu Ukraina, termasuk “Ridna Maty Moia” dan “Chervona Ruta”, serta peragaan busana tradisional kedua negara.

Selain pertunjukan, acara menghadirkan diskusi panel bertema “Culture as a Space for International Dialogue: Art, Education and Cultural Diplomacy between Ukraine and Indonesia”. Dipandu Associate Professor Olha Kalantaievska, diskusi tersebut membahas peran seni dan pendidikan dalam membangun dialog lintas budaya serta menjajaki peluang kolaborasi Indonesia–Ukraina.

Antusiasme peserta dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa jarak bukan penghalang bagi budaya Indonesia untuk menginspirasi anak muda Ukraina. Melalui lukisan, musik, dan tari, Indonesia hadir lebih dekat. Semangat ini membuka jalan bagi seniman, mahasiswa, dan lembaga kedua negara untuk menciptakan karya bersama, agar perjumpaan budaya ini terus tumbuh melampaui panggung dan ruang pamer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *