Tari Saman Curi Perhatian Warga Ottawa di “World Multicultural Festival 2026
Tari Saman curi perhatian sekitar 400 pengunjung “World Multicultural Festival (WMF) 2026” di Ottawa, Kanada. Penampilan delapan penari binaan KBRI Ottawa ini turut memperkenalkan kekayaan seni budaya Nusantara dan mengajak masyarakat Kanada berkunjung ke Indonesia.
Tepuk tangan meriah mengiringi penampilan tari tradisional Indonesia di “World Multicultural Festival (WMF) 2026” yang berlangsung di Sir John A. Macdonald Building, Ottawa, pada Sabtu (24/10). Melalui partisipasi perdana di festival tahunan ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia kepada sekitar 400 pengunjung sekaligus mendorong minat untuk berkunjung ke Indonesia.

Delapan penari Bhinneka Dancing Group binaan KBRI Ottawa menampilkan Tari Saman, kesenian tradisional Indonesia yang berasal dari Gayo, Aceh. Para penari mendapat sambutan meriah dari hadirin di setiap pergantian ritme. Tari Saman telah dikenal sebagai “tari seribu tangan” dan tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak 2011.
Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengajak masyarakat Kanada untuk mengenal kekayaan seni dan budaya Indonesia secara langsung melalui kunjungan ke Tanah Air.

“Tari Saman yang baru saja Anda saksikan hanyalah satu dari ribuan ragam kesenian dan kebudayaan Indonesia. Karena itu, kami mengundang Anda datang ke Indonesia dan merasakannya secara langsung,”
ujar Dubes Syihab
Selain pertunjukan tari, KBRI Ottawa bersama Indonesian Canadian Congress (ICC) turut menghadirkan kekayaan budaya Indonesia melalui stan yang ramai dikunjungi sepanjang acara. Beragam produk budaya, seperti kain batik, wayang golek, dan kerajinan perak, menarik perhatian pengunjung. Kudapan khas Nusantara, termasuk risoles dan lemper yang disajikan dalam bentuk canapé, juga menjadi daya tarik dengan menghadirkan cita rasa Indonesia dalam format sajian yang akrab bagi masyarakat Kanada.

WMF merupakan festival multikultural tahunan di Ottawa yang pada 2025 menghadirkan 72 kebudayaan dengan dukungan Pemerintah Kanada melalui Canadian Heritage. Putaran pertama WMF 2026 dibuka oleh Anggota Parlemen Kanada dari Orléans, Marie-France Lalonde, serta menampilkan 17 pertunjukan dari komunitas asal 12 negara. Partisipasi Indonesia dalam festival ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia–Kanada menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027. Sepanjang 2025, Badan Pusat Statistik mencatat 97,5 ribu kunjungan wisatawan Kanada ke Indonesia, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam putaran kedua WMF pada 28 November 2026 dengan menampilkan kesenian lainnya. Melalui partisipasi ini, KBRI Ottawa terus mendukung upaya diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan memperluas pengenalan budaya Indonesia di Kanada.

