Melodi Angklung Indonesia Meriahkan Feria de Museos di Lima, Peru

Pada Sabtu, 16 Mei 2026, alunan angklung memenuhi area bersejarah Convento de Santo Domingo di Centro Lima dalam ajang XXIV Feria de Museos. Sebanyak 25 musisi dari berbagai negara tampil membawakan pertunjukan musik angklung yang memikat perhatian pengunjung dan masyarakat setempat.

Dalam pertunjukan tersebut, para musisi menghadirkan berbagai lagu lintas genre, mulai dari reggaeton, gospel, hingga lagu-lagu populer Indonesia. Beberapa lagu daerah dan nasional Indonesia yang dibawakan antara lain Bubuy Bulan dan Kopi Dangdut, yang sukses menciptakan suasana meriah dan penuh antusiasme.

Tidak hanya menyaksikan pertunjukan, para pengunjung juga diajak berpartisipasi langsung memainkan angklung bersama para musisi. Interaksi tersebut menjadi salah satu momen paling menarik dalam acara, ketika audiens memainkan lagu Hallelujah secara bersama-sama menggunakan alat musik bambu khas Indonesia tersebut.

Partisipasi publik dalam pertunjukan ini menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat Peru terhadap budaya Indonesia, khususnya seni musik tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan harmoni.

Kehadiran angklung di XXIV Feria de Museos juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Angklung sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak tahun 2010 dan dikenal sebagai simbol kolaborasi serta semangat gotong royong.

Melalui pertunjukan ini, promosi budaya Indonesia di Peru diharapkan semakin mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara di kancah global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *