“Mewarnai Kembali Tradisi Batik: Partisipasi Perdana KBRI London Bersama Lisa King di London Craft Week 2026

London, 13 Mei 2026 — Untuk pertama kalinya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London berpartisipasi dalam London Craft Week 2026. Kerja sama ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan desainer tekstil British-Indonesia, Lisa King, yang menghadirkan pameran bertajuk Batik: Recolouring Tradition.

“Pameran ini membuka sebuah perjalanan panjang bagi saya,” ujar Lisa King, desainer tekstil British-Indonesia.

London Craft Week merupakan salah satu festival kriya terbesar di London yang mempertemukan tradisi dan desain kontemporer. Melalui pamerannya, Lisa King melihat kembali batik dari sudut pandang yang sangat personal, berangkat dari warisan Indonesia dan latar belakang lintas budayanya sebagai seniman Inggris berdarah Indonesia.

Terinspirasi dari koleksi tekstil milik mendiang ibunya, Farida King, Lisa menghadirkan batik dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan modern di Inggris. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi KBRI London dengan Lisa King dan menampilkan koleksi pribadi milik Farida King berdampingan dengan karya-karya terbaru Lisa sendiri.

Dalam proses kreatifnya, Lisa King bekerja sama dengan komunitas perajin batik di Yogyakarta, termasuk Ibu Hani dari generasi kedua Batik Winotosastro, serta spesialis warna di Inggris. Kolaborasi lintas benua ini menjadikan batik sebagai medium untuk bercerita tentang identitas, memori, dan pertemuan dua budaya.

Duta Besar RI London, Desra Percaya, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya inovasi dalam memperkenalkan batik ke kancah internasional. “Batik memang tradisi. Namun tradisi tidak pernah berhenti berkembang. Batik tetap relevan, ekspresif, dan dekat dengan kehidupan modern,” ujarnya.

Pameran berlangsung pada 12–17 Mei 2026 di Gallery 8, St, James’s, London. Pembukaan pameran diawali dengan acara private viewing, bekerja sama dengan Ibu Sari Percaya, yang dihadiri korps diplomatik di London, Diplomatic Spouses Club London, The Women’s Council, serta para sahabat dan mitra KBRI London. Suasana semakin semarak dengan kehadiran Putri Lingkungan Indonesia 2026, Victoria Kosasieputri, yang turut memperkuat pesan sustainability atau ramah lingkungan dalam produksi batik.

Memasuki hari kedua, Lisa King bersama KBRI London mengundang komunitas media, seni, serta tokoh Masyarakat setempat dalam acara Private View Evening. Dalam sambutannya, Wakil Kepala Perwakilan RI London, Sahadatun Donatirin kembali menekankan unsur modernitas dalam batik. “Tradisi bukanlah sesuatu yang kuno. Tradisi terus berkembang dan dapat digunakan oleh siapa pun,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, UK Trade Envoy untuk Indonesia dan ASEAN, Naz Shah MP, turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan pameran ini. Menurutnya, “pertukaran budaya yang ditampilkan dalam pameran seperti ini memperkuat rasa kepemilikan.”

Pameran mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya jumlah kehadiran pada dua hari pertama penyelenggaraan yang mencapai lebih dari 300 orang.

Selain pameran kain batik, Lisa King juga mengadakan sesi diskusi serta lokakarya mengenai penggunaan batik dalam desain interior. Peserta diajak menyusun mood board interior bersama Fiona McKay, Laura Perryman, dan desainer interior Lishan Tham.

Informasi lebih lanjut: https://londoncraftweek.com/events/batik-recolouring-tradition/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *