Ketika KBRI Paris Menjadi ‘Museum Sehari’ : Warisan Nusantara Menyapa Paris dalam Journées Européennes du Patrimoine 2026
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris menghadirkan kekayaan warisan budaya Indonesia kepada sekitar 500 masyarakat Prancis dan publik internasional dalam rangka Journées Européennes du Patrimoine (Hari Warisan Budaya Eropa) 2026, yang berlangsung pada 19–20 September 2026.

Journées Européennes du Patrimoine merupakan agenda budaya tahunan yang diselenggarakan di berbagai negara Eropa, termasuk Prancis untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam mengenal dan mengapresiasi warisan budaya, sejarah, arsitektur, serta bangunan-bangunan yang memiliki nilai penting. Pada rangkaian kegiatan Hari Warisan Budaya ini, masyarakat Prancis berkesempatan mengunjungi berbagai institusi, organisasi, dan perwakilan negara asing yang khusus dibuka untuk publik.

Di Prancis, penyelenggaraan tahun ini mengangkat dua tema, yaitu “Patrimoine en péril : raviver, résister, réimaginer” (Warisan Budaya dalam Ancaman: Menghidupkan Kembali, Bertahan, dan Membayangkan Kembali) sebagai tema Eropa, serta “Patrimoine de la photographie” (Warisan Fotografi) sebagai tema nasional Prancis dalam rangka memperingati 200 tahun sejarah fotografi.
Seiring dengan tingginya ketertarikan masyarakat Prancis terhadap warisan budaya, sejarah, arsitektur, dan fotografi, KBRI Paris kembali berpartisipasi dalam Journées Européennes du Patrimoine tahun 2026 dengan menghadirkan kesempatan bagi masyarakat Prancis dan publik internasional untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia di KBRI Paris.

Berbagai pameran dan kegiatan interaktif di lingkungan KBRI Paris mengajak pengunjung menelusuri keragaman warisan Nusantara, mulai dari Candi Borobudur, wayang, batik, tenun hingga angklung. Pameran fotografi dan karya seni Indonesia juga dihadirkan KBRI Paris untuk memperkenalkan perjalanan hubungan bilateral Indonesia-Prancis.

Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Journées Européennes du Patrimoine merupakan momentum yang baik untuk mengangkat visibilitas Indonesia melalui kekayaan seni, budaya, dan warisan Nusantara secara langsung kepada masyarakat Prancis.

“Dalam kegiatan ini kami memperkenalkan dan memromosikan kekayaan warisan budaya Indonesia, sekaligus mendekatkan Indonesia dengan masyarakat Prancis. Diplomasi budaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal dan memahami melalui warisan, seni, dan kreativitas yang dimiliki masing-masing negara. Kami berharap pengalaman yang mereka dapatkan di sini dapat menjadi jembatan yang menginspirasi mereka untuk mengenal Indonesia lebih dekat dan menyaksikan secara langsung keragaman budaya serta warisan budaya yang dimiliki Indonesia. Pada akhirnya, pengenalan budaya ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Prancis,” ujar Duta Besar Mohamad Oemar.

Menyusuri Kekayaan Warisan Nusantara Kekayaan tradisi Nusantara ditampilkan melalui pameran wayang, batik, dan tenun Indonesia. Pameran wayang memperkenalkan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga memadukan filosofi, karakter, nilai-nilai kehidupan, serta keterampilan para seniman.


Sementara itu, pameran batik dan tenun yang diselenggarakan bekerja sama dengan Asosiasi Persahabatan Indonesia–Prancis Khatulistiwa memperlihatkan keragaman motif, teknik, dan identitas wastra Indonesia. Pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai kain dan busana tradisional, tetapi juga berkesempatan mencoba secara langsung proses membatik.

Sejalan dengan tema Hari Warisan Budaya Eropa tahun 2026, “Patrimoine en péril : raviver, résister, réimaginer”, KBRI Paris menghadirkan pameran Candi Borobudur yang menyoroti pentingnya pelestarian dan restorasi warisan budaya. Pameran ini mengajak masyarakat Prancis mengenal lebih dekat Borobudur, salah satu mahakarya peradaban Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991, melalui sejarah, nilai arsitektur dan filosofi, serta berbagai upaya restorasi dan konservasi yang dilakukan Indonesia untuk menjaga kelestariannya.


200 Tahun Fotografi dan 76 Tahun Persahabatan Indonesia-PrancisSejalan dengan tema nasional Prancis, “Patrimoine de la photographie”, KBRI Paris menghadirkan pameran foto dan infografis yang mendokumentasikan sejumlah momentum penting dalam perjalanan hubungan Indonesia–Prancis.

Pameran tersebut antara lain menampilkan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026 serta kehadiran Indonesia sebagai negara tamu kehormatan pada Perayaan Hari Nasional Prancis pada 14 Juli 2025.
Melalui rangkaian foto dan infografis, pengunjung dapat melihat perkembangan hubungan bilateral serta perjalanan persahabatan Indonesia dan Prancis yang telah terjalin selama 76 tahun.

Selain dokumentasi hubungan bilateral, pengunjung juga berkesempatan menelusuri berbagai karya seni, benda budaya, serta elemen arsitektur Indonesia koleksi KBRI Paris. Sejumlah karya seniman besar Indonesia, antara lain Jeihan Sukmantoro, Mochtar Apin, Salim, I Nyoman Gunarsa, turut menarik perhatian pengunjung.
Bagi pengunjung seperti Céleste, ia menyampaikan sangat menikmati pameran fotografi,
“Saya sangat menikmati pameran fotografi yang menampilkan hubungan diplomatik Indonesia. Seluruh kegiatan memberikan pengalaman yang menarik,” ujar Céleste.
Bagi Alexander, yang tinggal di Versailles dan berasal dari Rusia, kunjungan ke KBRI Paris menjadi kesempatan untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat. Ia mengaku terkesan dengan gedung KBRI Paris yang dinilainya sangat indah dan menarik. Menurutnya, kunjungan tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya Indonesia.

“Kunjungan ini juga memperkaya pengetahuan saya tentang Indonesia,” ujar Alexander.
Mengalami Kekayaan Budaya Indonesia Secara Langsung KBRI Paris tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai unsur budaya Indonesia.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pengalaman membatik. Pengunjung dapat mencoba mengolah malam atau lilin batik dan membuat motif batik mereka sendiri. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal batik tidak hanya sebagai kain, tetapi juga sebagai proses kreatif yang membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan kreativitas.
Interaksi budaya juga dihadirkan melalui photo booth dengan busana tradisional Indonesia. Pengunjung dapat mencoba berbagai baju tradisional Nusantara sekaligus mengabadikan pengalaman mereka selama berada di KBRI Paris.

Pengunjung juga berkesempatan memainkan angklung, alat musik tradisional Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Berbagai aktivitas tersebut menghadirkan pengalaman budaya yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan dan dialami secara langsung.

Pengunjung lainnya, Fatima dan Simane mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut,
“Kami sangat menikmati kesempatan untuk mencoba mengolah malam dan membuat motif batik sendiri. Kegiatan tersebut sangat menyenangkan dan memberi kami kesempatan untuk mengenal batik secara langsung. Kami sangat menikmati kesempatan untuk mencoba berbagai pakaian tradisional Indonesia di photo booth. Mengenakan pakaian tradisional dan berfoto membuat kami merasa ikut ambil bagian dalam pengalaman budaya Indonesia. Kami juga sangat terkesan dengan keindahan warna dan keragaman kain tradisional Indonesia.” Ujar Fatima dan Simane.

Mempererat Persahabatan melalui BudayaRangkaian Journées Européennes du Patrimoine di KBRI Paris membuka ruang interaksi lintas budaya yang memungkinkan masyarakat Prancis dan publik internasional mengenal Indonesia melalui warisan budaya, seni, sejarah, fotografi, dan kreativitas. Keterlibatan langsung pengunjung dalam berbagai aktivitas menunjukkan peran diplomasi budaya dalam menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan bermakna.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan untuk mengenal Indonesia lebih jauh, mengapresiasi keragamannya, serta terdorong untuk berkunjung dan menyaksikan serta mengalaminya secara langsung di Indonesia.

