Kujang Jadi Simbol Persahabatan Indonesia-Ukraina di Resepsi Diplomatik HUT RI ke-81
Kyiv, 22 September 2026 – Penyerahan plakat Kujang oleh Duta Besar RI Arief Muhammad Basalamah kepada Y.M. Andrii Droniuk, Deputi Menteri Luar Negeri sekaligus Kepala Kantor Transformasi Digital Ukraina, menjadi salah satu momen utama dalam Resepsi Diplomatik HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar KBRI Kyiv.

Acara dihadiri pejabat Pemerintah dan anggota Parlemen Ukraina, korps diplomatik, perwakilan organisasi internasional, kalangan usaha dan akademisi, mitra KBRI, serta masyarakat Indonesia di Ukraina.

Selain plakat Kujang, Dubes Arief menyerahkan perangko peringatan 34 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Ukraina kepada Y.M. Droniuk. Kujang merupakan warisan budaya Sunda yang dimaknai sebagai simbol keberanian, keteguhan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam menjaga keharmonisan. Pemberian tersebut mencerminkan penghormatan Indonesia sekaligus harapan agar persahabatan kedua negara terus tumbuh.

Duta Besar RI untuk Ukraina merangkap Georgia dan Armenia, Arief Muhammad Basalamah, mengatakan perjalanan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 dibentuk oleh persatuan, ketangguhan, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut terus menjadi landasan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Perjalanan kami mengajarkan bahwa ketangguhan, persatuan, dan keberanian untuk mengupayakan perdamaian dapat membantu suatu bangsa mengatasi keadaan yang paling sulit sekalipun,”
ujar Dubes Arief.

Peringatan tahun ini sekaligus menandai 34 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Ukraina sejak Juni 1992. Di tengah berbagai tantangan, dialog politik tetap aktif dan kerja sama bilateral terus berkembang. Indonesia juga berkomitmen memperkuat hubungan ekonomi melalui perdagangan, investasi, produksi bersama, serta penjajakan kerja sama mineral kritis dan unsur tanah jarang.

Kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan menjadi salah satu capaian penting. Sepanjang 2026, KBRI Kyiv telah memfasilitasi empat perjanjian kerja sama antarperguruan tinggi kedua negara. BRIN dan National Antarctic Scientific Center Ukraina juga menandatangani perjanjian mengenai penelitian Antarktika dan kawasan tropis.

“Hubungan bilateral yang kuat harus dibangun di atas fondasi yang kokoh. Inti dari fondasi tersebut adalah hubungan antarmasyarakat yang kuat, yang dibangun bata demi bata melalui kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan,” kata Dubes Arief.

Dubes Arief menambahkan, Indonesia tetap meyakini bahwa dialog dan diplomasi harus menjadi bagian dari jalan menuju perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan. Indonesia juga siap menjajaki kerja sama praktis yang dapat mendukung pemulihan dan rekonstruksi Ukraina sekaligus membuka peluang baru bagi kemitraan kedua negara.
Dalam sambutannya, Y.M. Droniuk menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra penting bagi Ukraina.

“Kami memandang Indonesia sebagai mitra penting di bidang politik, ekonomi, kemanusiaan, dan kawasan. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan antarpemerintah, dunia usaha, institusi, dan masyarakat kedua negara, serta membangun kemitraan yang lebih kuat dan dinamis berdasarkan sikap saling menghormati dan kepentingan bersama,”
ujar Y.M

Resepsi diplomatik tersebut merayakan kemerdekaan Indonesia sekaligus meneguhkan persahabatan Indonesia-Ukraina. KBRI Kyiv akan terus mendorong kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan bagi kedua neg

