Dua Pemanjat, Dua Perak: Indonesia Unjuk Gigi di Santiago
SANTIAGO, Cili – Hanya butuh 5,06 detik bagi Raharjati Nursamsa untuk melesat dari garis start hingga puncak dinding dan mengamankan medali perak di World Climbing Series Santiago 2026.

Itulah medali pertama dari dua podium yang diraih Indonesia di ibu kota Cili. Sehari kemudian, Putra Tri Ramadani memanjat hingga meraih perak di final lead putra dengan skor 49, melengkapi akhir pekan di mana dua pemanjat Indonesia naik podium di dua disiplin yang sangat berbeda.

Kedua nomor ini nyaris bertolak belakang. Speed adalah adu cepat yang ditentukan dalam hitungan detik di dinding standar. Lead menguji daya tahan, strategi, dan mental, saat pemanjat harus mendaki setinggi mungkin pada jalur yang belum pernah mereka coba. Indonesia menempati posisi kedua di keduanya.
Turnamen berlangsung pada 23-25 Oktober 2026, dengan medali diraih di babak final pada 24 Oktober (speed) dan 25 Oktober (lead).

Duta Besar RI untuk Cili, Vedi Kurnia Buana, menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya atas prestasi kedua atlet, yang menurutnya membuktikan daya saing Indonesia di panjat tebing dunia.

