Talent Indonesia dalam Prémière Classe, Paris Fashion Week Koleksi Musim Gugur dan Musim Dingin 2024/2025

Catatan Sita Phulpin

“Fesyen Indonesia sedang booming dan muncul di panggung internasional.”(Ruth Joanna Samaria, atase perdagangan RI Paris)

Sejak beberapa tahun terakhir ini fesyien Indonesia terlihat rajin tampil di berbagai kesempatan di Paris. Entah itu digelar atas inisiatif sendiri di luar jadwal musim peragaan busana yang telah eksis ataukah mengikuti acara-acara fesyien yang sudah eksis, misalnya showroom bertajuk Première Classe, sebuah pameran dagang busana prêt-à-porter dan aksesoris mode yang digelar selama berlangsungnya Paris Fashion Week.

Première Classe yang digelar dari tanggal 1 hingga 4 Maret 2024 itu menampilkan karya-karya para desainer muda dari berbagai negara yang menyajikan koleksi musim gugur dan musim dingin 2024/2025 untuk kaum Hawa. Di bawah dua tenda putih panjang yang dipasang di Jardin de Tuilerie itu tak kurang dari 350 merek fesyien dan segala pernak-perniknya hadir. Di taman yang terletak di kawasan elit Paris itulah para buyer dari segala penjuru dunia datang. Mereka memburu produk fesyien yang akan dipasarkan di negara masing-masing. Selama empat hari, Première Classe berhasil menyedot 13.000 pengunjung yang utamanya adalah para pengusaha di bidang mode atau pembeli B to B (bussiness to bussiness).

Selain potensi dagang yang tak bisa dipandang sebelah mata, ajang ini menjadi kesempatan emas untuk merajut jaringan internasional. Wadah bertukar pikiran, menggali inspirasi-inspirasi baru dan membangun kerja sama baik dengan desainer Prancis maupun non-Prancis yang jumlahnya mencapai 60%.

“Mungkin Indonesia belum bisa menyaingi kualitas kulit sapi hasil samakan Italia, tapi rotan Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Rupanya tas-tas kami yang memadukan kulit dan rotan disukai pembeli dan desainer Italia. Beberapa desainer Italia yang juga hadir pada showroom ini mengatakan tertarik bekerja sama dengan kami,” tutur Patricia Ardani, salah satu pendiri Long Story Short.

Melihat besarnya peluang yang bisa direguk dari pameran dagang tersebut, tentu pemerintah Indonesia tak menyia-nyiakannya. Bersinergi dengan “L’adresse Trade Showroom”, sebuah konsultan fesyien Prancis, Kementrian Perdagangan RI dan Kedutaan Besar Indonesia di Paris menghadirkan stan “Talent Indonesia” di acara Première Classe. Delapan jenama atau merek Indonesia tampil dalam stan tersebut, yakni Jewel Rocks, Aidan & Ice (perhiasan), Long Story Short (tas). Dari dunia pakaian siap pakai, hadir Jenna & Kaia, Shiroshima, Artkea, 3Mongkis, dan Khasoe.

Jewel Rocks
Artkea – Aina

Para desainer muda Indonesa ini membawa hasil-hasil produksi mereka yang otentik dan kreatif tanpa melupakan isu-isu global mengenai lingkungan hidup dan etika sosial. Seperti yang dituturkan Lira, pemilik jenama Jenna & Kaia, “Pakaian produksi kami yang handmade dan memberdayakan para wanita menarik para pembeli manca negara yang peduli dengan etika sosial.

Jenna & Kaia 

Pameran dagang ini merupakan batu loncatan bagi desainer-desainer Indonesia untuk memperkenalkan diri, bahkan untuk memperkokoh eksistensi mereka di dunia internasional. Beberapa di antaranya ternyata pameran dagang ini bukanlah yang pertama kalinya. Dan, dari pameran dagang serupa dari musim-musim sebelumnya yang pernah diikuti, mereka berhasil memperoleh pembeli setia tak hanya dari Prancis, tapi juga dari Italia, Spanyol dan Amerika Serikat. “Pembeli setia kami dari Spanyol sengaja datang ke mari untuk melihat koleksi baru yang kami tampilkan,” kata Aina Nashira Sardadi dari Artkea.

Bukti bahwa karya-karya desainer Indonesia sudah mulai dilirik dan dikenal para pengusaha mode internasional. “Fesyen Indonesia sedang booming dan muncul di panggung internasional. Hal itu terutama sejak Indonesia mencanangkan target menjadi pusat modest fashion (busana santun atau busana tertutup) dunia. Oleh karena itu Indonesia bekerja keras untuk mewujudkan impian tersebut,” ungkap Ruth Joanna Samaria, Atase Perdagangan KBRI Paris. “Tentu saja tak hanya modest fashion, kita mengembangkan juga potensi fesyien kontemporer dan moderen,” lanjut wanita enerjik ini.

Menurut mantan peragawati ini, tempat yang tepat untuk mempromosikannya adalah Paris, khususnya selama berlangsungnya Paris Fashion Week. Tak bisa dipungkiri bahwa dari empat pekan fashion utama dunia (Paris, Milan, London) Paris Fashion Week tetap yang terpenting. Hingga saat ini Paris tetap menjadi kiblat mode dunia. Pada saat itulah para pelaku bisnis fesyien baik yang berkecimpung di dunia haute couture atau adi busana maupun prêt-à-porter datang ke Paris.

“Paris Fashion week menjadi impian seluruh desainer atau seluruh para pekerja kreatif untuk mempromosikan produknya. Namun harus diakui untuk bisa masuk ke Paris Fashion Week tidak mudah! Kita tidak bisa bekerja sendiri. Salah satu tugas atase perdagangan adalah mempertemukan desainer Indonesia dengan pihak yang tepat agar dapat membawa produk-produk fesyien Indonesia ke panggung yang tepat pula,” jelasnya lebih jauh.

Aiden & Ice

“Indonesia punya potensi besar di bidang mode. Keikutsertaan Indonesia dalam showroom resmi Paris Fashion Week ini sangat penting. Hingga kini para pembeli fesyen internasional menjadikan pekan mode di Paris ini sebagai tolok ukur tren produk fesyen global.” tegasnya. Harapannya, untuk selanjutnya KBRI Paris bisa mengajak seluruh kementerian dan berbagai lembaga bersama-sama membawa lebih banyak lagi jenama lokal Indonesia tampil di Paris Fashion Week.

Yang menggembirakan adalah bahwa keikutsertaan jenama-jenama Indonesia di Paris Fashion Week sejak 2022 menunjukkan hasil positif dari tahun ke tahun. Saat mengunjungi stan Talent Indonesia, Mohamad Oemar, Duta Besar RI di Paris menyatakan kebanggaannya atas keikutsertaan Indonesia kali ketiganya pada event ini. Hal itu membuktikan keuletan, konsistensi dalam berkreasi dan kemampuan berkolaborasi para pengusaha lokal Indonesia sehingga terpilih oleh L’adresse Trade Showrooom tampil pada acara Première Classe di Paris Fashion Week.

Dalam sebuah siaran pers, Merry Maryati, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif menyatakan bahwa keikutsertaan berbagai jenama Indonesia di kancah internasional seperti Paris Fashion Week merupakan salah satu upaya pemerintah mendukung produk kreatif Indonesia agar semakin dikenal dunia.

PC – Shiroshima-Artkea

Diharapkan akan semakin banyak jenama Indonesia bisa hadir di ajang internasional seperti ini, dan mampu menjalin hubungan erat dengan para pembeli manca negara. Keikutsertaan Indonesia di Paris Fashion Week tahun ini merupakan kelanjutan program Kementrian Dagang RI sebelumnya yakni Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Merry Maryati menambahkan.”

Pangsa busana santun yang disasar oleh Indonesia bukanlah sesuatu yang tanpa alasan. Menurut laporan yang dikeluarkan tahun 2023 lalu mengenai kondisi ekonomi Islam secara global (State of the Global Islamic Economy atau disingkat SGIE), pada tahun 2022 tercatat sekitar dua miliar penduduk muslim dunia menghabiskan USD 318 juta untuk produk fesyen. Ada peningkatan 8,4% dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan bahwa pengeluaran ini akan meningkat sekitar 6,1% pada tahun 2027.

Sedangkan dari catatan Kementrian Perdagangan RI, terlihat bahwa ekspor fesyen Indonesia ke manca negara selama periode 2019—2023 menunjukkan pertumbuhan 11,3%. Tahun 2023 nilai ekspor membukukan angka USD 20,19 miliar. Sebuah peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan nilai ekspor 2019 yang bernilai USD 14,79 miliar. Jika kita kupas lagi tampak bahwa produk fesyien masuk dalam top 5 produk ekspor Indonesia. Dari ekspor fesyien itu, perhiasan menempati podium teratas, disusul oleh sepatu, utamanya sepatu olahraga, pakaian olahraga (jersey), dan pakaian wanita.

Angka-angka yang menjanjikan bagi masa depan ekonomi Indonesia melalui ekspor produk-produk fesyien. Dengan konsistensi, kreativitas, kerja keras dan memperhatikan isu-isu global, ekspor Indonesia tentu akan makin melesat.

Foto : Sita Phulpin

Satu tanggapan untuk “Talent Indonesia dalam Prémière Classe, Paris Fashion Week Koleksi Musim Gugur dan Musim Dingin 2024/2025

  • 23 Maret 2024 pada 6 h 13 min
    Permalink

    Di Asia baru ada desainer2 Jepang rasanya yang bisa setara dan diakui dunia. Semoga Indonesia bisa mencapai titik itu juga kedepannya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *