Dubes RI Kunjungi Mesjid Tertua di Rusia

Memanfaatkan lawatan kerjanya selama 4 hari di Republilk Dagestan (RD), Dubes RI, Jose Antonio Morato Tavarez, didampingi Walikota Derbent, Rustambek Sedetdinovich Pirmagomedov, mengunjungi sentra budaya, pariwisata, dan ekonomi RD di kota Derbent, 127 km dari ibukota RD, Makhachkala.

Foto Bersama Delegasi RI dengan Pejabat
Pemerintah Kota Derbent dan Pemerintah RD di
Naryn-Kala

Di kota yang bersejarah ini, Dubes RI meninjau masjid tertua di Rusia, yaitu “Juma Mosque”, yang dibangun pada tahun 737. Selain itu, Dubes RI juga menapakkan kakiknya di benteng Persia “Naryn-kala” yang dibangun pada abad IV yang masuk daftar Warisan Budaya UNESCO. Seolah melintasi waktu di masa lalu, Dubes RI melengkapi rangkaian lawatannya ke pemakaman Kirkhlyar, di mana 40 martir sahabat Nabi Muhammad SAW di bawah komando Salman Ibn-Rabia Al-Bahili yang menyebarkan agama Islam di Kaukasus Utara, dikebumikan pada tahun 650 Masehi.

Suasana di dalam Juma Mosque di kota
Derbent RD

Berbagai tempat tersebut wajib dikunjungi pelancong ataupun peziarah di Derbent. “Derbent dikunjungi 430.000 turis pada tahun 2023, atau peningkatan 2,5 kali lipat dibandingkan periode pandemi COVID-19 tahun 2020-2021. Karena itu semakin banyak hotel dibangun dan ecotourism meningkat pesat,” ujar walikota Derbent kepada Dubes RI.

Dubes RI mengunjungi pemakaman Kirkhlyar

Derbent merupakan 1 dari 5 kota kuno di dunia yang masih berdiri, di mana 3 agama besar (Judaisme, Kristen, Islam) bersua di Kaukasus Utara. Pada tahun 2003 UNESCO menetapkan bagian kuno kota Derbent sebagai World Heritage Site dan tahun 2006 pada acara UNESCO Prize ceremony, Derbent diberikan “Honorary Diploma 2006” sebagai kota paling toleran di dunia.

Pada tahun 2015 Derbent genap berusia 2.000 tahun. Dalam perjalanan kembali ke Makhachkala, Dubes RI dan rombongan singgah ke pabrik wine-cognac “Izberbashky” yang menjadi salah satu industri andalan kota Izberbash, RD.

Satu tanggapan untuk “Dubes RI Kunjungi Mesjid Tertua di Rusia

  • 19 Mei 2024 pada 21 h 52 min
    Permalink

    Islam di Rusia semakin membuat banyak orang ingin ke sana untuk napak tilas

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *