Indonesia berhasil menyabet Merit Award for Unique Features For Non – Local Displays di Hong Kong Flower Show 2026

Minggu 29 Maret 2026 adalah hari penutupan Hong Kong Flower Show 2026 di Victoria Park Causeway Bay. HKFS merupakan salah satu festival terbesar yang diadakan oleh Leisure and Cultural Services Department of Hong Kong. Dengan tema “A Fragrant Journey through Hong Kong”, HKFS 2026 menarik ratusan ribu pengunjung selama penyelenggaraannya pada 20 – 29 Maret 2026. Untuk harga tiket masuk HKFS tiket standard HKD14, pelajar dan anak umur 4-14 tahun dan orang tua HKD 7, bisa dengan Cash, Octopus, FPS, dan Chinese Digital Wallets.

Berbagai seni budaya tradisional Indonesia Kembali memeriahkan upacara penutupan Hong Kong Flower Show (HKFS) pada Minggu (29/03). Selama kurang lebih satu jam, lebih dari seribu pengunjung HKFS menikmati berbagai tarian dan penampilan musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia yang dibawakan oleh delapan organisasi seni budaya pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Kedelapan organisasi tersebut adalah: Dara Putri, Ijone Indonesia, Jackson Dancers, Pagar Nusa, Saung Angklung dan Tari, Sentoso (perorangan), Singo Wiromo, dan Wahyu Rahayu Budoyo.

Selain penampilan budaya, KJRI Hong Kong juga membawa warisan kekayaan Indonesia ke Hong Kong melalui replika Candi Prambanan yang ditampilkan di booth Indonesia di HKFS 2026. Selain menjadi atraksi yang cukup popular bagi para pengunjung, booth ini juga berhasil menyabet Merit Award for Unique Features for Non-Local Displays atas tampilannya.


Mewakili panitia penyelenggara HKFS 2026, Ms. Tina Tai menyampaikan apresiasi kepada KJRI Hong Kong atas partisipasinya yang selalu menjadi salah satu highlight HKFS dari tahun ke tahun. Penyampaian ini disertai dengan penyerahan tanda mata kepada Ibu Fithonatul Mar’ati, Acting Konsul Jenderal Indonesia di Hong Kong, di upacara penutupan tersebut.

Menurut Galuh Nurviansyah Ketua Saung Angkkung dan Tari mengatakan (SAT) menampilkan 2 lagu yaitu, Sanghai Tan salah satu lagu terkenal dari Hong Kong dan Yamko Rambe Yamko dari Papua.

Harapannya semoga budaya Indonesia dapat dinikmati dan diterima oleh orang Hong Kong dan angklung sendiri menjadi lebih terkenal di dunia, jelasnya. “Alhamdulillah seneng banget mbak bisa tampil di panggung yang besar mempertahankan Musik tradisional Indonesia Angklung” , menurut Melly salah satu pemain dari Saung Angklung dan Tari (SAT).

