Catatan Serangan 11 September di Mata Seorang Indonesia Imam Shamsi Ali (10)
Setelah Sabrina selesai membacakan terjemahan ayat-ayat Al-Quran yang saya bacakan, kami kembali duduk ke kursi semula. Tapi sebelum saya kembali
Baca SelengkapnyaSetelah Sabrina selesai membacakan terjemahan ayat-ayat Al-Quran yang saya bacakan, kami kembali duduk ke kursi semula. Tapi sebelum saya kembali
Baca SelengkapnyaAcara di Yankee Stadium ini memang ditujukan sebagai “memorial service” atau acara peringatan atas peristiwa serangan 9/11 itu. Tapi sekaligus
Baca SelengkapnyaBeberapa kali saya terbangun di malam itu untuk sekedar mengulang-ulangi bacaan itu. Saya tidak ingin mengecewakan pendengar. Tapi lebih penting
Baca SelengkapnyaHari-hari berlalu di kota New York, bahkan di Amerika dan dunia umumnya, semua didominasi oleh peristiwa 9/11. Di berbagai kota
Baca Selengkapnya“The world will hear us. And the people who knocked down these buildings will hear us soon” (dunia akan mendengar
Baca SelengkapnyaProgram outreach ke masyarakat Indonesia dilaksanakan setelah otoritas di Denver memperlonggar protokol selama pandemik COVID-19. Kegiatan dilaksanakan di area terbuka dengan membatasi
Baca SelengkapnyaSatu kelebihan Presiden Bush adalah kepribadian yang hangat. Seperti yang pernah saya sebutkan terdahulu ketika bertemu di gedung Saint Patrick
Baca SelengkapnyaSejumlah 151 WNI tergabung dalam program repatriasi mandiri menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan rute penerbangan New Delhi – Jakarta –
Baca SelengkapnyaDi Staten Island pada hari Kamis, tiga hari setelah serangan itu ada seorang Muslim keturunan Palestina ditembak. Beliau menghembuskan nafas
Baca SelengkapnyaTarwiyah (nama samaran), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Barat yang telah 15 tahun hilang kontak dengan keluarganya, berhasil
Baca Selengkapnya