Meriahnya Pesta 17 Agustusan di Paris dan dibanjiri hadiah !

Catatan Sita Phulpin

Warna merah putih mendominasi Wisma Duta di kawasan Neuilly-sur-Seine, tempat digelarnya acara peringatan dirgahayu kemerdekaan Indonesia. Hadiriin banyak yang mengenakan pakaian dengan sentuhan merah dan putih. Sebagian besar, baik wanita maupun pria, memakai pakaian daerah dari Sabang sampai Merauke. Bahkan ada yang mengenakan kostum dari Papua.

Kapan lagi punya kesempatan mengenakan pakaian daerah jika tidak pada saat acara 17 Agustusan seperti ini? Keragaman pakaian yang dikenakan menyadarkan kembali betapa kayanya Indonesia akan pakaian dan wastra daerah.

Upacara dihadiri diaspora Indonesia dari berbagai usia, dari anak-anak hingga yang sudah lanjut usia. Mereka datang dari berbagai kota. Suatu hal yang patut dihargai mengingat banyak juga di antaranya yang tinggal jauh. Beberapa di antaranya datang dari propinsi-propinsi lain seperti dari Haute de France dan Normandia. Mereka harus berangkat pagi-pagi sekali agar bisa sampai di Wisma Duta sebelum pukul 09.00. Semuanya semangat untuk menghadiri upacara bendera.

“Meskipun sekarang saya tinggal di kota Le Havre, saya selalu menghadiri upacara bendera seperti saat saya masih tinggal sekitar Paris. Suasana 17 Agustusan yang membuat saya kangen. Cinta saya pada Indonesia 200%!” ungkap Yuyu Hagenbaueur yang berangkat pukul 06.00 dari rumahnya yang berjarak sekitar 200 km.

Banyak yang menyatakan hal senada. Kecintaan dan kerinduan pada Indonesia menjadi pendorong utama untuk menghadiri upacara bendera.

Upacara bendera dimulai, dipimpin oleh Mohamad Oemar, Duta Besar RI untuk Prancis, Monako dan Andora. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kol. Pnb Nur Alimi. Tepat pukul 10.00 sirine detik-detik kemerdekaan didengungkan sebagai tanda dimulainya upacara peringatan 78 tahun kemerdekaan Indonesia.

Hati terasa bergetar saat lagu kebangsaan « Indonesia Raya » bergema. Di tengah upacara, secara spontan hadirin menyanyikan lagu Hari Merdeka gubahan H. Mutahar. Bukti antusiasme diaspora Indonesia dalam merayakan 17 Agustusan.

Hal yang selalu menarik perhatian hadirin saat upacara bendera adalah kehadiran paskibra, pasukan pengibar bendera. Terdiri dari 11 remaja, paskibra membuat suasana upacara bendera di Wisma Duta layaknya upacara bendera di Indonesia. Mungkin menjadi sebuah ‘pertunjukan’ tersendiri bagi beberapa orang Prancis yang ikut hadir. Di Prancis tak ada tradisi upacara pengibaran bendera dalam peringatan hari nasional 14 Juli.

Pasukan pengibar bendera terdiri dari sebelas remaja laki-laki dan perempuan dan laki-laki. Yang menjadi anggota tak hanya para pelajar PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Paris. Beberapa di antaranya ternyata anak blasteran Indonesia Prancis. Mereka adalah kakak beradik, Floressa & Florenzo Richard. Meskipun harus berlatih hampir setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 5 soreselama 4 minggu penuh keduanya menyatakan senang bisa menjadi anggota paskibra.

Kakak beradik, Floressa & Florenzo Richard bersama orang tua mereka

Sebuah pengalaman yang sangat mengesankan. Tentu saja keikutsertaan mereka membuat sang ibu, Indras Richard, merasa bangga dan bahagia. “Ini adalah sebuah kesempatan untuk membuktikan cinta mereka pada Indonesia sebelum mereka harus memilih kewarganegaraan saat berusia 21 tahun nanti, “ demikian ujar sang ibu yang dikenal sebagai pekerja keras yang ulet.

Setelah upacara bendera digelar acara ramah tamah yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Diawali dengan parade anak-anak yang mengenakan baju-baju daerah dan potong kue Pemersatu Bangsa oleh duta besar beserta ibu. Kue pengganti tumpeng kuning ini terbuat dari lemper kuning. Enak juga, kok.

Tahun ini acara Tujuh Belas Agustusan dimeriahkan oleh empat penyanyi cilik dan vocal group, The Voice of Indonesia Power dari Jakarta. Dengan suara yang rancak, murid-murid guru seni suara Puspita Wardhani Adjie menghibur para hadirin.

Ibu Dethi Silvidah Gani, koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya berhasil membuat suasana semarak layaknya MC professional. Berselang-seling antara pembagian door prize dan acara hiburan musik yang mampu menggoyang masyarakat Indonesia.

Beberapa restoran Indonesia (Le Nusa, Djakarta Bali, Makan-makan), Asfa Foundation, Travelkif danHome Staff KBRI mengiming-imingi hadirin dengan limpahan hadiah. Hadiah-hadiahnya sungguh menggiurkan. Ada voucher makan di beberapa restoran Indonesia, tiket menyusuri sungai Seine, beberapa perangkat rumah tangga, sound system, tiket ke Disney Land, sepeda, 2 paket umroh dan tiket pesawat Paris-Jakarta pulang pergi. Siapa tak berharap bisa mudik gratis? Yang membuat semua tergelak adalah saat hadiah umroh kedua diumumkan, sebelum jatuh pada seorang anak laki-laki muslim, dua kali putaran nomer jatuh pada warga non-muslim. Yang pertama wanita Bali yang beragama Hindu. Karena bukan muslim, dan paket umroh tak bisa digantikan dengan paket wisata lain, maka hadiah dikembalikan pada panitia. Putaran nomer kedua, jatuh pada seorang imam Katolik! Seandainya hadiah serupa bisa ditukar dengan paket wisata atau ziarah agama lain, pasti akan lebih asyik lagi.

Kemeriahan peringatan 17 Agustusan ini benar-benar seperti di Indonesia. Gayeng! Seperi yang diungkapkan pasangan Prancis-Indonesia: Julie, wanita Prancis yang bersuami pria blasteran Indonesia-Prancis. “Ini pertama kalinya datang ke acara peringatan hari kemerdekaan. Biasanya, pada bulan Agustus begini kami berlibur. Tahun ini kami sengaja pulang liburan kemarin malam supaya bisa menghadiri acara ini. Besok kami sudah pergi lagi melanjutkan liburan. Suasana dan makanannya benar-benar seperti di Indonesia! Kami senang sekali.”

Sita bersama Michael dan Julie

Meskipun tak semuanya mendapat hadiah doorprize, tapi semuanya pulang dengan hati gembira. Apalagi udara Paris kemarin sangat cerah. Ternyata meskipun jauh di mata Indonesia tetap dekat di hati. Tepat sekali lirik lagu bertajuk Indonesia Tanah Airku, “…..biar pun saya pergi jauh, tidak kan hilang dari kalbu, tanahku yang kucintai, engkau kuhargai.”

Foto : Sita Phulpin, Devi Yohanita Qorina, Indras.

Satu tanggapan untuk “Meriahnya Pesta 17 Agustusan di Paris dan dibanjiri hadiah !

  • 24 Agustus 2023 pada 13 h 34 min
    Permalink

    Salam Merdeka WNI di Paris Prancis Merdeka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *